Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ribuan Mahasiswa Lolos SNBP-SNBT Batal Masuk PTN, DPR: Ada yang Tidak Beres!

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:46 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih - Humas DPR -
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Medan, Legislator — Fenomena ribuan calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), namun batal melakukan daftar ulang, menjadi sorotan serius Komisi X DPR RI.
 

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah dan perguruan tinggi negeri (PTN) segera mengusut penyebab tingginya angka mahasiswa yang mengundurkan diri setelah dinyatakan diterima. Menurutnya, persoalan ini tak boleh dianggap sepele karena menyangkut efektivitas sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
 

Pernyataan itu disampaikan Fikri saat pertemuan Komisi X DPR RI bersama perguruan tinggi di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat (26/6/2026).
 

Sekitar 10 Persen Tak Daftar Ulang
 

Fikri mengungkapkan, data yang diterima Komisi X menunjukkan sekitar 10 persen peserta yang lolos melalui jalur SNBT maupun SNBP tidak melakukan registrasi ulang.
 

Angka tersebut dinilai cukup besar dan harus segera dicari akar persoalannya.
 

"PTN ternyata menghadapi persoalan yang sama. Jalur SNBT sekitar 10 persen tidak daftar ulang, begitu juga SNBP sekitar 10 persen. Ini harus dicari solusinya. Jangan sampai muncul anggapan mereka batal kuliah karena tidak mampu secara ekonomi," ujar Fikri.
 

Tiga Dugaan Penyebab
 

Menurut Fikri, sedikitnya ada tiga faktor yang diduga menjadi penyebab tingginya angka calon mahasiswa yang batal masuk PTN.
 

Pertama, banyak peserta memilih melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) yang dianggap menawarkan prospek karier lebih menjanjikan.
 

Kedua, tidak sedikit peserta yang menjadikan program studi atau kampus pilihannya di SPMB hanya sebagai alternatif. Setelah dinyatakan lolos, mereka justru memilih kuliah di perguruan tinggi swasta, bekerja, atau tidak melanjutkan pendidikan.
 

Ketiga, semakin banyak lulusan SMA yang berhasil diterima di perguruan tinggi luar negeri sehingga memilih melanjutkan studi di sana.
 

Daya Saing PTN Harus Diperkuat
 

Fikri menegaskan, meningkatnya minat mahasiswa Indonesia untuk kuliah di luar negeri tidak bisa dihalangi. Namun kondisi itu harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas perguruan tinggi dalam negeri.
 

Menurutnya, PTN harus mampu menawarkan kualitas pendidikan, fasilitas, serta prospek yang lebih kompetitif agar tetap menjadi pilihan utama generasi muda.
 

"Negeri ini harus terus mendorong agar kemampuan internal nasional kita semakin kuat. Daya saing perguruan tinggi dalam negeri harus terus ditingkatkan," tegasnya.
 

Evaluasi Sistem SPMB
 

Komisi X DPR RI menilai tingginya angka mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang menjadi bahan evaluasi penting terhadap pelaksanaan SPMB 2026.
 

Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan penerimaan mahasiswa baru agar kuota yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan semakin banyak lulusan SMA yang memperoleh akses pendidikan tinggi.
 

RAJA MEDIA | Pendidikanrajamedia

Komentar: