Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Komisi X Bedah SPMB 2026! PTN Tak Penuh, PTS Minta Perlakuan Setara

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:38 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Medan, Legislator – Komisi X DPR RI mulai membedah berbagai persoalan dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026. Mulai dari kursi PTN yang masih kosong hingga keluhan perguruan tinggi swasta (PTS) soal ketimpangan jadwal penerimaan mahasiswa menjadi sorotan utama.
 

Masalah tersebut mengemuka saat Komisi X DPR RI menggelar pertemuan bersama perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS), asosiasi perguruan tinggi, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat (26/6/2026).
 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengatakan kunjungan lapangan itu menjadi bagian dari upaya Panitia Kerja (Panja) SPMB untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan persoalan yang muncul dalam sistem penerimaan mahasiswa baru.
 

Kuota PTN Belum Terisi Penuh
 

Salah satu temuan penting adalah masih banyaknya kursi di perguruan tinggi negeri yang belum terisi meski proses seleksi telah selesai.
 

Menurut Kurniasih, banyak calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lolos seleksi, namun akhirnya tidak melakukan daftar ulang.
 

"Kami ingin mengetahui penyebabnya. Apakah karena faktor ekonomi, pilihan program studi yang kurang sesuai, atau ada persoalan lain yang membuat mereka batal melanjutkan," ujarnya.
 

Komisi X menilai persoalan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar kuota pendidikan tinggi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
 

PTS Soroti Ketimpangan Jadwal Seleksi
 

Selain persoalan di PTN, DPR juga menerima aspirasi dari sejumlah perguruan tinggi swasta.
 

PTS menilai jadwal penerimaan mahasiswa selama ini kurang berpihak karena proses seleksi mereka baru dimulai setelah seluruh tahapan penerimaan di PTN selesai.
 

Akibatnya, muncul anggapan bahwa PTS hanya menjadi pilihan terakhir bagi calon mahasiswa yang gagal masuk PTN.
 

Namun Kurniasih menegaskan pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
 

Menurutnya, banyak perguruan tinggi swasta di Indonesia yang memiliki kualitas akademik sangat baik dan sejak awal justru menjadi pilihan utama masyarakat.
 

SPMB Harus Adil untuk Semua Kampus
 

Komisi X menilai pembenahan sistem SPMB tidak boleh hanya berpihak pada PTN maupun PTS.
 

Evaluasi juga harus memperhatikan kepentingan seluruh penyelenggara pendidikan tinggi, termasuk perguruan tinggi kedinasan dan perguruan tinggi terbuka.
 

Tujuannya agar seluruh calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi berkualitas.
 

Panja SPMB Terus Kumpulkan Masukan
 

Kurniasih menegaskan Panja SPMB Komisi X DPR RI masih terus menghimpun berbagai masukan dari seluruh Indonesia.
 

Data hasil kunjungan lapangan, rapat dengar pendapat umum (RDPU), diskusi dengan akademisi, pakar, hingga tokoh masyarakat akan menjadi bahan penyempurnaan kebijakan nasional.
 

Komisi X berharap hasil evaluasi tersebut mampu melahirkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih adil, transparan, efektif, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon mahasiswa Indonesia.
 

RAJA MEDIA I Parlemenrajamedia

Komentar: