Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BMKG Bunyikan Alarm! Sejumlah Wilayah di Jawa Masuk Status Awas Kekeringan

Laporan: Firman
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:08 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian I Agustus 2026 atau periode 1–10 Agustus 2026.
 

Dalam pemutakhiran terbaru, sejumlah wilayah di Pulau Jawa masuk kategori awas, status tertinggi dalam sistem peringatan dini kekeringan meteorologis yang menandakan risiko krisis air berada pada level paling tinggi.
 

74 Persen Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau
 

BMKG menjelaskan, hingga awal Agustus 2026 sekitar 74 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
 

Kondisi tersebut ditandai dengan curah hujan yang jauh di bawah normal, suhu udara meningkat, kelembapan menurun, serta laju penguapan yang semakin tinggi sehingga cadangan air terus berkurang.
 

BMKG juga memperkirakan pengaruh El Nino masih berlanjut dan berpotensi memperpanjang musim kemarau hingga awal 2027.
 

Jawa hingga NTT Masuk Status Awas
 

Dalam peringatan dini tersebut, BMKG menetapkan sejumlah wilayah berada pada kategori awas, yakni:
 

1. Jawa Barat 

2. Daerah Istimewa Yogyakarta 

3. Jawa Tengah 

4. Jawa Timur 

5. Bali 

6. Nusa Tenggara Barat (NTB) 

7. Nusa Tenggara Timur (NTT) 
 

Wilayah-wilayah tersebut diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi krisis air bersih, kekeringan pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
 

Hemat Air dan Jangan Bakar Lahan
 

BMKG mengimbau masyarakat yang telah memasuki musim kemarau agar mulai menghemat penggunaan air serta menghindari aktivitas pembakaran.
 

"Bagi masyarakat yang wilayahnya sudah mengalami musim kemarau agar menghemat air, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, serta selalu memantau informasi cuaca dan iklim," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).
 

Masih Ada Potensi Hujan Lebat
 

Meski musim kemarau mendominasi, BMKG mengingatkan peluang hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi di sejumlah daerah.
 

Fenomena tersebut dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR), serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia.
 

Untuk periode 4–7 Agustus, hujan berpotensi terjadi di:
 

1. Aceh 

2. Sumatra Utara 

3. Jawa Barat 

4. Kalimantan Utara 

5. Papua Tengah 

6. Papua Pegunungan 
 

Sedangkan pada 8–10 Agustus, potensi hujan diprakirakan masih terjadi di:
 

1. Aceh 

2. Papua Tengah 

3. Papua Pegunungan 

4. Papua Selatan 
 

Waspadai Dua Ancaman Sekaligus
 

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada ancaman kekeringan, tetapi juga tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang masih dapat muncul secara lokal.
 

Masyarakat diimbau rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: