Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Puncak Arus Balik 24 Maret, Korlantas Minta Pemudik Tunda Perjalanan

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho - Foto: Dok. Polri -
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho - Foto: Dok. Polri -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Jangan nekat pulang di tanggal 24 Maret. Pesan itu datang langsung dari Korlantas Polri. Bukan tanpa alasan—tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran gelombang pertama.
 

Kalau dipaksakan, risikonya satu: macet parah.
 

Hindari Tanggal Puncak
 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan balik pada 24 Maret 2026.
 

Tujuannya jelas: menghindari penumpukan kendaraan.
 

“Kami mengimbau agar tidak kembali pada tanggal 24 supaya tidak terjadi kepadatan,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
 

Imbauan ini sekaligus menjadi alarm bagi pemudik yang belum merencanakan jadwal pulang.
 

Puncak Arus Balik Dua Gelombang
 

Korlantas memprediksi arus balik tahun ini tidak hanya terjadi sekali.
 

Ada dua gelombang besar:
 

1. Gelombang pertama: 24 Maret 2026 

2. Gelombang kedua: 28–29 Maret 2026 
 

Artinya, potensi kepadatan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pemudik diminta cermat memilih waktu.
 

One Way Nasional Disiapkan
 

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri sudah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah rekayasa lalu lintas berupa one way nasional saat arus balik.
 

Kebijakan ini akan diberlakukan sesuai arahan Kapolri jika kondisi di lapangan mengharuskan.
 

“Rekayasa lalin akan kami lakukan untuk mengurai kepadatan,” kata Agus.
 

Kunci: Jangan Serempak
 

Polri menekankan satu hal penting: Jangan pulang bersamaan.
 

Perjalanan yang diatur secara bertahap dinilai jauh lebih efektif menghindari kemacetan panjang.
 

Selain itu, pemudik juga diminta menjaga kondisi fisik dan memastikan kendaraan dalam keadaan prima. Karena arus balik bukan sekadar perjalanan pulang— tapi soal keselamatan sampai tujuan.rajamedia

Komentar: