Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Program 3 Juta Rumah Dimulai: Rusun Subsidi Dibangun di Meikarta

Laporan: Zaki
Senin, 09 Maret 2026 | 06:47 WIB
Groundbreaking pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi. - Foto: Dok Kementerian PKP -
Groundbreaking pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi. - Foto: Dok Kementerian PKP -

RAJAMEDIA.CO - Bekasi — Pemerintah mulai merealisasikan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah awalnya adalah pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.
 

Proyek hunian vertikal tersebut ditandai dengan groundbreaking yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta lembaga pembiayaan untuk menghadirkan rumah terjangkau bagi masyarakat.
 

Acara peletakan batu pertama dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, pendiri Lippo Group Mochtar Riady, hingga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie.
 

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
 

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta yang terlibat dalam percepatan proyek tersebut.
 

Menurutnya, proyek rusun subsidi di Meikarta dapat dimulai hanya dalam waktu sekitar dua bulan sejak tahap persiapan.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim dari Lippo Group dan Danantara serta tim PKP yang dalam waktu sekitar dua bulan mempersiapkan proyek ini hingga dapat dimulai hari ini,” ujar Maruarar.
 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, atas kontribusinya dalam mendukung program perumahan rakyat.
 

Dipastikan Clear and Clean
 

Sebelum proyek dimulai, pemerintah memastikan aspek hukum proyek telah melalui konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.
 

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli unit hunian, pihak perbankan, serta pengembang.
 

“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, perbankan, dan pengembang,” kata Maruarar.
 

Solusi Hemat Lahan
 

Pemerintah memilih pembangunan hunian secara vertikal untuk mengoptimalkan penggunaan lahan.
 

Menurut Maruarar, dari lahan sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, proyek tersebut diproyeksikan mampu menghadirkan sekitar 141.000 unit hunian.
 

Jika menggunakan konsep rumah tapak, jumlah tersebut diperkirakan membutuhkan lahan hingga sekitar 1.200 hektare.
 

“Dengan pembangunan vertikal, penggunaan lahan menjadi jauh lebih efisien,” jelasnya.
 

Investasi Capai Rp16 Triliun
 

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut proyek rusun subsidi di Meikarta sebagai model proyek percontohan dalam Program 3 Juta Rumah.
 

Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas terhadap berbagai sektor industri.
 

“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian karena berkaitan dengan sekitar 185 sektor usaha,” ujarnya.
 

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung pembiayaan proyek tersebut.
 

Pembangunan tahap awal direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 12,8 hektare dengan rencana pembangunan 18 tower rusun setinggi sekitar 32 lantai.
 

Total investasi proyek diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.
 

Pemerintah berharap proyek ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.rajamedia

Komentar: