Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Presiden Prabowo Batalkan Kunjungan ke Tiongkok, Ini Alasannya!

Laporan: Firman
Minggu, 31 Agustus 2025 | 05:52 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi keterangan dari Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). - Foto: Biro Pers Setpres -
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi keterangan dari Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). - Foto: Biro Pers Setpres -

RAJAMEDIA.CO - Bogor, Polkam - Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menunda kunjungan kenegaraan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang rencananya akan dilakukan pada September 2025. 
 

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetio di Hambalang, Bogor, Sabtu (30/8/2025).
 

Mensesneg Prasetio menjelaskan bahwa penundaan ini dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai undangan internasional yang diterima Presiden serta dinamika terkini di dalam negeri. Prabowo disebut ingin memantau langsung perkembangan situasi di Tanah Air.
 

Padatnya Agenda Internasional
 

Bulan September disebutkan menjadi bulan yang padat bagi Presiden Prabowo dengan berbagai undangan internasional. Salah satunya adalah undangan untuk menghadiri Sidang Tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
 

“Salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri Sidang Tahunan PBB di New York. Ini membuat salah satu pertimbangan bagi beliau di dalam memutuskan hadir atau tidaknya beliau memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok,” ujar Mensesneg.
 

Pertimbangan Dinamika Dalam Negeri
 

Selain faktor agenda internasional, situasi dalam negeri juga menjadi pertimbangan utama. Mensesneg menegaskan bahwa Presiden Prabowo ingin secara langsung memantau dan memimpin penanganan dinamika yang sedang terjadi.
 

“Tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Presiden ingin terus memantau secara langsung, beliau ingin memonitor secara langsung. Kemudian beliau juga ingin memimpin secara langsung, kemudian mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik,” kata Mensesneg.
 

Junjung Tinggi Hubungan dengan Tiongkok
 

Meski memutuskan menunda kunjungan, Mensesneg menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap menjunjung tinggi hubungan baik dengan Tiongkok. Keputusan ini diambil dengan penuh kehati-hatian dan disertai permohonan maaf kepada pemerintah Tiongkok.
 

“Karena itu, Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, memutuskan belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok,” ujarnya.
 

Keputusan penundaan kunjungan ini menunjukkan prioritas Presiden Prabowo untuk tetap berada di Indonesia guna memastikan stabilitas dan keamanan nasional terjaga dengan baik.rajamedia

Komentar: