Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo Pimpin Rapat Perumahan, Target 400 Ribu Rumah Direhab Tahun Ini

Laporan: Zaki
Senin, 06 April 2026 | 22:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4/2026), membahas percepatan program perumahan rakyat secara nasional. - Foto: Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4/2026), membahas percepatan program perumahan rakyat secara nasional. - Foto: Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4/2026), membahas percepatan program perumahan rakyat secara nasional.
 

Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmen memperluas akses hunian layak, salah satunya melalui peningkatan program bedah rumah.
 

Target 400 Ribu Rumah Direhab
 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah menargetkan renovasi 400 ribu rumah pada 2026.

“Program bedah rumah ini akan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” ujarnya.
 

Menurutnya, program ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya dan diharapkan berdampak pada perekonomian masyarakat.
 

Lahan Negara Dioptimalkan
 

Dalam rapat itu, Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan optimalisasi lahan negara untuk pembangunan hunian, khususnya rumah susun di kawasan perkotaan.
 

Lahan milik BUMN, termasuk sektor perkeretaapian, menjadi prioritas untuk mendukung penyediaan perumahan.
 

“Lahan negara akan dikombinasikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah,” kata Maruarar.
 

Proyek Dimulai di Senen
 

Pemerintah telah memulai pembangunan hunian di kawasan Senen, Jakarta. Sekitar 300 unit rumah tengah dibangun dan ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026.
 

Selain itu, PT KAI juga menyiapkan pembangunan sekitar 500 unit hunian berikutnya.
 

Libatkan ATR/BPN dan Pendanaan Terpadu
 

Presiden turut menginstruksikan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk mempercepat penyediaan lahan.
 

Sementara itu, pembiayaan dan pembangunan akan disinergikan dengan berbagai pihak agar program berjalan lebih masif.
 

Dorong Ekonomi dan Kurangi Kemiskinan
 

Pemerintah menilai program ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.
 

Program perumahan rakyat diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang layak.rajamedia

Komentar: