Pernah Terkendala Biaya Sekolah, Andra Soni Kini Perjuangkan Pendidikan untuk Anak Banten
Laporan: Firman
Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:56 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
RAJAMEDIA.CO – Tangerang - Gubernur Banten Andra Soni terus mendorong agar akses pendidikan bagi seluruh anak di Provinsi Banten terbuka secara adil dan merata.
Komitmen itu tidak lepas dari pengalaman pribadi Andra Soni yang pernah berada dalam situasi sulit untuk melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya. Beruntung, saat itu ada orang baik yang membantu hingga kemudian menjadi orang tua asuhnya.
Kisah tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama anak jalanan dan calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026).
Hadir dalam kegiatan itu Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.
Pendidikan Jadi Hak Dasar
Andra Soni mengatakan pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi negara untuk seluruh anak bangsa.
Menurutnya, kualitas pendidikan akan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada masa mendatang.
Karena itu, ia meyakini pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk keluar dari kemiskinan, kesulitan ekonomi, dan keterbelakangan.
Pengalaman hidup yang pernah dilaluinya semakin memperkuat keyakinan tersebut.
Andra Soni bersyukur pernah mendapatkan pertolongan dari orang baik ketika menghadapi kesulitan biaya sekolah. Bantuan tersebut membuatnya dapat terus mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya.
Sekolah Rakyat Dinilai Jadi Harapan Baru
Andra Soni menilai kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi harapan besar untuk memperluas kesempatan pendidikan.
Program tersebut dinilai dapat membantu anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan maupun mengalami putus sekolah.
“Hadirnya Sekolah Rakyat ini juga turut mengurangi angka putus sekolah di Provinsi Banten,” kata Andra Soni.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial karena saat ini telah tersedia enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Provinsi Banten.
Menurutnya, keberadaan sekolah-sekolah tersebut menjadi modal penting untuk membangun generasi Banten yang unggul dan memiliki daya saing.
“Apalagi Provinsi Banten sebagai daerah penyangga Jakarta,” tambahnya.
Teddy Ajak Siswa Teladani Perjalanan Andra Soni
Dalam kesempatan yang sama, Seskab Teddy Indra Wijaya mengajak para calon siswa Sekolah Rakyat untuk meneladani perjalanan hidup Andra Soni.
Teddy menilai perjalanan Andra Soni menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.
Menurutnya, kerja keras yang disertai doa dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
“Patut menjadi contoh bagi adik-adik yang hampir tidak bersekolah, yang siap sekolah di Sekolah Rakyat,” ujar Teddy.
Teddy juga menyampaikan perkembangan program Sekolah Rakyat secara nasional. Pada 2025, pemerintah telah membentuk 165 Sekolah Rakyat dengan jumlah siswa mencapai sekitar 43 ribu anak.
Tahun ini, pemerintah kembali menambah 100 Sekolah Rakyat sebagai bagian dari cita-cita Presiden Prabowo untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan kesempatan bersekolah.
“Cita-cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana caranya anak-anak Indonesia bisa sekolah. Yang tidak bisa sekolah bisa sekolah, yang belum bersekolah bisa sekolah, yang putus sekolah bisa sekolah,” kata Teddy.
Anak yang Mengamen Kini Kembali Sekolah
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan dukungan kepala daerah sangat penting dalam memperluas program Sekolah Rakyat, terutama dalam penyediaan lahan dan fasilitas.
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo memerintahkan penambahan penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Setiap Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung sekitar 2.000 siswa, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
Program rintisan tersebut terutama menyasar anak-anak yang tidak bersekolah maupun mengalami putus sekolah.
“Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju,” ujar Gus Ipul.
Membuka Jalan Menuju Generasi Unggul
Bagi Banten, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah.
Pengalaman Andra Soni yang pernah menghadapi kesulitan pendidikan menjadi pesan kuat bahwa kesempatan sekolah dapat mengubah arah kehidupan seseorang.
Kini, melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan semakin banyak anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita. (ADV)