Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ace Hasan Gebrak Kampus! 110 Rektor Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Laporan: Firman
Selasa, 08 September 2026 | 13:03 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat menjadi narasumber di Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi (AKPT) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Senin (7/9/2026). - Foto: IST/RMN -
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat menjadi narasumber di Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi (AKPT) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Senin (7/9/2026). - Foto: IST/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Sebanyak 110 rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia mengikuti Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi (AKPT) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Senin (7/9/2026).
 

Dalam salah satu sesi, Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily memberikan materi bertajuk “Membangun Kesadaran Geopolitik: Mencetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.” 
 

Ace menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu membaca perubahan dunia sekaligus memiliki karakter kebangsaan.
 

Perguruan Tinggi Tak Cukup Cetak Akademisi
 

Menurut Ace, dinamika lingkungan strategis global bergerak semakin cepat. Persaingan antarnegara tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan militer, tetapi juga teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia.
 

Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknokratis.

“Perguruan tinggi bukan hanya mencetak para akademisi yang memiliki kompetensi teknokratis, namun juga dituntut memiliki integritas dan jiwa patriotisme,” tegas Ace.
 

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Ace dalam berbagai forum sebelumnya. Ia menilai perguruan tinggi harus menjadi penggerak literasi geopolitik sekaligus membentuk generasi yang berkarakter kebangsaan, visioner, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan global. 
 

Kesadaran Geopolitik Jadi Bekal Pemimpin
 

Ace menjelaskan, kesadaran geopolitik penting agar para pemimpin dan generasi muda mampu memahami posisi Indonesia dalam percaturan global.
 

Sebagai negara kepulauan yang berada di persilangan kepentingan ekonomi dan politik dunia, Indonesia memiliki sumber daya sekaligus menghadapi berbagai tantangan strategis.
 

Dalam pemaparannya di berbagai kesempatan, Ace menyebut geopolitik bukan sekadar memahami peta kekuatan dunia, tetapi bagaimana negara membaca lingkungan strategis, mengelola sumber daya, membangun kekuatan nasional, dan menentukan langkah untuk mencapai kepentingan nasional. 
 

SDM Unggul Jadi Kunci Indonesia Emas
 

Menurut Ace, target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai hanya dengan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas manusia yang mengisi ruang pembangunan menjadi faktor penentu.
 

Perguruan tinggi, kata dia, harus mampu menghubungkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan karakter, integritas, nasionalisme, serta kemampuan membaca tantangan zaman.
 

“SDM unggul harus memiliki daya saing, tetapi juga harus memiliki karakter dan komitmen kebangsaan,” menjadi garis besar pesan Ace dalam penguatan peran pendidikan tinggi.
 

Sebelumnya, Lemhannas juga menekankan bahwa penguatan nilai kebangsaan diperlukan untuk menghadapi persaingan global, memperkuat kohesi sosial, membangun kesadaran geopolitik, dan menjadi kompas moral bangsa menuju Indonesia Emas 2045. 
 

Rektor Punya Peran Strategis
 

Kehadiran 110 rektor dalam AKPT dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan perguruan tinggi.
 

Rektor bukan hanya bertanggung jawab terhadap tata kelola akademik, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menentukan arah pendidikan, riset, inovasi, dan pembentukan karakter mahasiswa.
 

Perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi inovator, problem solver, pencipta lapangan kerja, dan calon pemimpin nasional.
 

Ace sebelumnya juga mendorong perubahan orientasi mahasiswa dari sekadar job seeker menjadi job creator dan agen perubahan yang memiliki karakter kebangsaan. 
 

Kampus Harus Adaptif Hadapi Perubahan Dunia
 

Tantangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, keamanan siber, perubahan ekonomi global, hingga dinamika geopolitik menuntut kampus untuk terus beradaptasi.
 

Karena itu, penguatan kualitas dosen, riset, inovasi, kolaborasi internasional, serta pengembangan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kompetitif.
 

Namun, Ace mengingatkan bahwa adaptasi terhadap perkembangan zaman tidak boleh membuat perguruan tinggi kehilangan akar kebangsaan.
 

Teknologi Maju, Karakter Jangan Hilang
 

Bagi Ace, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter.
 

Perguruan tinggi perlu menghasilkan manusia Indonesia yang mampu bersaing secara global, tetapi tetap memiliki integritas, patriotisme, rasa tanggung jawab sosial, dan kecintaan terhadap Indonesia.
 

Hal tersebut menjadi penting agar bonus demografi Indonesia tidak berubah menjadi persoalan baru akibat ketidaksiapan kualitas manusia.
 

Ace sebelumnya mengingatkan bahwa bonus demografi harus dikelola dengan baik melalui peningkatan kualitas SDM agar menjadi kekuatan bagi ketahanan nasional. 
 

Dari Kampus untuk Indonesia Emas
 

AKPT menjadi ruang strategis untuk memperkuat perspektif kepemimpinan para pimpinan perguruan tinggi sekaligus mempertemukan agenda pendidikan tinggi dengan kebutuhan strategis bangsa.
 

Dengan 110 rektor dari berbagai perguruan tinggi, forum tersebut diharapkan melahirkan kesamaan visi bahwa kampus bukan hanya pusat produksi pengetahuan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kepemimpinan nasional.
 

Menuju 2045, Indonesia membutuhkan perguruan tinggi yang mampu mencetak manusia unggul secara intelektual, kuat secara karakter, memiliki kesadaran geopolitik, serta siap menghadapi kompetisi global tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: