Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Pemerintah Siapkan Benteng Raksasa Hadapi Rob dan Penurunan Tanah Pantura

Laporan: Firman
Rabu, 13 Mei 2026 | 05:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Negara. Salah satu yang di bahas pembangunan giant seawall di Pantura - Foto: Dok. Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Negara. Salah satu yang di bahas pembangunan giant seawall di Pantura - Foto: Dok. Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
 

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan sekaligus perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), termasuk rencana pembangunan giant seawall atau tanggul laut raksasa.
 

Pemerintah menilai kawasan Pantura menghadapi ancaman serius akibat penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan banjir rob yang semakin parah.
 

AHY: Lindungi Puluhan Juta Warga Pantura
 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan proyek giant seawall menjadi langkah penting untuk melindungi kawasan pesisir utara Jawa.
 

“Kita tahu bahwa kondisinya hari ini menghadapi tantangan, baik dari land subsidence maupun banjir rob akibat naiknya permukaan air laut,” kata AHY usai rapat di Istana.
 

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan wilayah permukiman, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pusat industri dan ekonomi nasional.
 

“Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura sekaligus ekonominya, karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” ujarnya.
 

Tak Sekadar Tanggul Laut
 

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pembangunan giant seawall tidak hanya difokuskan sebagai proyek perlindungan pesisir.
 

Pemerintah juga ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
 

“Tidak hanya dibangun giant seawall-nya saja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, investasi, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian,” kata Rosan.
 

Menurutnya, pemerintah saat ini masih menyempurnakan master plan proyek bersama berbagai pihak terkait.
 

Bidik Kawasan Ekonomi Baru
 

Rosan menegaskan proyek giant seawall diharapkan mampu melahirkan kawasan ekonomi baru di sejumlah wilayah pesisir.
 

Ia menyebut pembangunan tidak hanya akan terpusat di Jakarta, tetapi juga menjangkau wilayah lain di sepanjang Pantura.
 

“Sehingga nanti bisa tercipta titik perekonomian baru tidak hanya di Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant seawall ini,” ujarnya.
 

Pemerintah Petakan 15 Segmen Pantura
 

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap 15 segmen kawasan pesisir utara Jawa.
 

Menurut Didit, masing-masing segmen memiliki karakteristik wilayah dan persoalan sosial ekonomi yang berbeda.
 

“Di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu mitigasi sosial ekonomi akan kita dampingi dalam pelaksanaan pembangunan,” katanya.
 

Timeline Masih Disusun
 

Didit menjelaskan pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah kawasan prioritas seperti Teluk Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah sebagai titik awal pembangunan.
 

Namun, proses kajian masih terus dilakukan agar pembangunan dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.
 

“Untuk 15 segmen ada subsegmen dan seksi-seksinya. Semua perlu kolaborasi. Timeline-nya sedang kami atur dengan backward planning karena semua komponen harus dimasukkan,” ujarnya.rajamedia

Komentar: