Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Negara Hadir! DPR Apresiasi Pemerintah Tanggung Biaya Korban Air Keras Aktivis KontraS

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 19 Maret 2026 | 05:02 WIB
Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia - Humas DPR -
Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Respons cepat pemerintah dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menuai apresiasi dari DPR RI. Negara dinilai tidak tinggal diam.
 

Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, menyebut langkah pemerintah menanggung biaya perawatan korban sebagai bukti konkret keberpihakan pada hak asasi manusia.
 

Negara Tak Absen, Biaya Korban Ditanggung
 

Meity menilai keputusan pemerintah membiayai perawatan Andrie adalah sinyal kuat bahwa negara hadir melindungi warganya.
 

“Keputusan pemerintah yang menanggung biaya perawatan korban adalah bentuk perhatian serius. Ini langkah yang patut diapresiasi,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
 

Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa negara tidak menoleransi kekerasan terhadap aktivis sipil.
 

Serangan Brutal di Jantung Ibu Kota
 

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Andrie diserang saat mengendarai motor seorang diri.
 

Rekaman CCTV yang beredar luas menunjukkan korban dihadang pelaku berboncengan. Tanpa ampun, air keras disiramkan ke arah wajah hingga dada korban. Andrie tampak berteriak kesakitan sambil berusaha melepaskan pakaiannya.
 

Aksi tersebut langsung memicu gelombang kemarahan publik.
 

Publik Murka: Aksi Biadab Tak Berperikemanusiaan
 

Serangan ini menyulut kecaman luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan pelaku sebagai aksi biadab yang mencederai nilai kemanusiaan.
 

Visual yang beredar memperlihatkan secara gamblang betapa brutalnya serangan tersebut—tanpa ragu, pelaku menyiram korban di ruang publik.
 

DPR: Ini Ancaman Serius Demokrasi
 

Sebagai mitra Kementerian Hak Asasi Manusia dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Meity menegaskan bahwa serangan ini adalah tamparan bagi demokrasi Indonesia.
 

Ia menyayangkan, di tengah perkembangan kehidupan sipil yang semakin terbuka, kekerasan terhadap aktivis masih terjadi.
 

“Ini pelanggaran serius terhadap demokrasi dan HAM. Saya turut berduka dan berharap kasus ini diusut tuntas,” tegas politisi Fraksi PKS itu.
 

Optimistis Pelaku Ditangkap
 

Meity juga optimistis aparat penegak hukum mampu mengungkap kasus ini hingga ke akar-akarnya. Ia menilai ada komitmen kuat dari negara untuk menuntaskan perkara tersebut.
 

Apalagi, perhatian publik begitu besar sehingga menjadi tekanan moral bagi aparat untuk bekerja maksimal.
 

Instruksi Tegas Presiden
 

Ia turut mengapresiasi langkah Prabowo Subianto yang menginstruksikan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar mengusut kasus ini secara transparan dan profesional.
 

“Salut kepada Presiden yang memberi instruksi tegas. Ini penting agar keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: