Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Menu MBG Ramadhan Banyak Dikeluhkan, Komisi IX DPR Semprot BGN: Evaluasi Total!

Laporan: Zulhidayat Siregar
Rabu, 04 Maret 2026 | 08:46 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz - Repro
Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz - Repro

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, MBG - Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, buka suara terkait gelombang protes dari orang tua siswa terhadap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di tengah bulan suci Ramadhan.


Dia menegaskan Ramadhan seharusnya menjadi momentum peningkatan kualitas asupan bagi anak-anak yang berpuasa, bukan justru menjadi alasan penurunan standar. Ia menyayangkan munculnya laporan dari berbagai daerah mengenai paket makanan yang nilai ekonominya ditaksir bahkan tidak menyentuh angka Rp10.000.


"Jangan sampai program ini justru menimbulkan keluhan dan kekecewaan di masyarakat. Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak," tegas Neng Eem dalam keterangannya (Rabu, 4/3).


Temuan dari Kudus hingga Lumajang


Laporan miring muncul dari sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Kudus. Orang tua siswa mengeluhkan paket MBG yang hanya berisi kacang goreng, roti abon, susu kotak kecil, telur rebus, dan sebutir jeruk. Kondisi serupa terjadi di Lumajang, di mana siswa hanya menerima susu 125 ml, telur asin, dan jeruk yang masih mentah.


Karena itu srikandi Fraksi PKB ini mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh menyusul temuan menu yang dianggap tidak layak dan jauh dari standar gizi yang dijanjikan.


Neng Eem menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah tampilan yang tidak menarik, melainkan indikasi adanya ketidakpatuhan terhadap pedoman anggaran dan standar kalori nasional.


"Jika ditemukan ketidaksesuaian, harus ada pembinaan hingga sanksi administratif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jangan sampai keluhan masyarakat dianggap angin lalu," cetusnya.


Segera Susun Standar Khusus Menu Ramadhan


Sebagai langkah konkret, dia meminta BGN segera menyusun standar khusus menu Ramadhan. Standar ini harus mencakup daya tahan makanan agar tetap layak dikonsumsi saat berbuka, komposisi gizi yang seimbang, hingga transparansi nilai paket di setiap daerah.


Menurutnya, pengawasan ketat diperlukan agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar mendarat di piring siswa dalam bentuk nutrisi yang berkualitas, bukan sekadar pelengkap formalitas.


"Anak-anak yang berpuasa tetap membutuhkan asupan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar. Kami butuh langkah cepat agar ada kejelasan komposisi gizi dan nilai kalori yang cukup," pungkas Neng Eem.rajamedia

Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak
Pos Sebelumnya:
Akhlak yang Anggun
Komentar: