Hunian Senen Siap Dihuni! Ara Pastikan Warga Bantaran Rel Dapat Tempat Tinggal Layak
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung kesiapan Hunian Senen di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Hunian tersebut disiapkan pemerintah sebagai tempat tinggal baru bagi warga yang direlokasi dari kawasan bantaran rel kereta api di wilayah Senen yang selama ini dinilai rawan dan tidak layak huni.
Dalam peninjauan itu, Maruarar memastikan proyek hunian rakyat tersebut sudah siap digunakan dan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami akan laporkan kepada Presiden bahwa hunian ini sudah siap. Tapi yang paling penting penghuni yang tinggal di sini harus benar-benar warga relokasi bantaran rel sesuai tujuan awal,” tegas Maruarar.
Dibangun Kilat, Selesai Lebih Cepat
Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Angkasa Pura Indonesia.
Kawasan itu memiliki total 324 unit hunian lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, hingga area parkir.

Maruarar mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.
Menurutnya, pembangunan dimulai sejak 3 April 2026 dan berhasil rampung lebih cepat dari target penyelesaian 15 Juni 2026.
“Luar biasa cepat kerjanya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Libatkan BUMN dan Kontraktor Besar
Maruarar menyebut proyek Hunian Senen lahir dari kolaborasi lintas BUMN dan sejumlah kontraktor besar nasional.
Ia menyampaikan terima kasih kepada BP BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura Indonesia, serta kontraktor pelaksana seperti Hutama Karya, PT PP, dan Wijaya Karya.
Pemerintah menilai model kolaborasi tersebut bisa menjadi contoh percepatan pembangunan hunian rakyat di berbagai daerah lain.
Tak Hanya Bangunan, Lingkungan Juga Disiapkan
Menteri PKP menegaskan pemerintah tidak hanya fokus membangun fisik bangunan, tetapi juga mempersiapkan lingkungan sosial yang nyaman dan berkelanjutan bagi warga.
Ia meminta kawasan hunian dilengkapi ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, penerangan yang memadai, hingga manajemen kawasan yang baik.
“Kalau bisa ada lapangan futsal, ruang serbaguna, taman, penerangan bagus, dan pengelolaan kawasan yang tertib,” katanya.
Gratis Listrik dan Air di Tahap Awal
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan penghuni Hunian Senen tidak akan dibebankan biaya pada tahap awal.
Bahkan, listrik dan air akan digratiskan sementara waktu sebelum dilakukan evaluasi pengelolaan setelah enam bulan.
“Untuk tahap awal tidak dipungut biaya. Listrik dan air juga digratiskan dulu,” ujar Dony.
Warga Pasar Gaplok Jadi Prioritas
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan proses pendataan penghuni sudah dilakukan dan diprioritaskan untuk warga bantaran rel di kawasan Pasar Gaplok yang sebelumnya sempat dikunjungi Presiden Prabowo.
“Prioritas pertama adalah warga bantaran rel Pasar Gaplok. Selanjutnya relokasi dilakukan bertahap untuk kawasan bantaran rel lainnya,” jelas Bobby.
Menurutnya, penataan kawasan rel sangat penting demi keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata.
Rencananya, Hunian Senen mulai ditempati warga pada pekan depan setelah seluruh aspek teknis dan pengelolaan dipastikan siap.
Wujud Program Hunian Layak untuk Rakyat
Melalui proyek Hunian Senen, pemerintah berharap masyarakat yang sebelumnya tinggal di kawasan kumuh dan berisiko kini bisa hidup lebih aman, sehat, dan nyaman.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan hunian layak dan manusiawi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.![]()
Olahraga 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Dunia | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu