Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Viral Promosi Miras Pakai Hafalan Ad Dhuha! The Sounds Project Beri Klarifikasi

Laporan: Firman
Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:32 WIB
Foto ilustrasi Raja Meda Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Meda Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Polemik promosi minuman beralkohol Newport yang menggunakan tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha di festival musik The Sounds Project akhirnya mendapat respons resmi dari pihak penyelenggara.
 

Melalui akun Instagram @thesoundsproject, Selasa (11/8/2026), manajemen The Sounds Project menegaskan bahwa aktivitas promosi tersebut berlangsung di luar pengetahuan, arahan, maupun persetujuan panitia.
 

Penyelenggara bahkan menyatakan mengecam keras tindakan yang menjadikan agama sebagai bagian dari materi promosi.
 

Panitia: Kami Marah dan Kecewa
 

Dalam pernyataan resminya, The Sounds Project mengaku turut merasa marah dan kecewa atas kejadian tersebut.
 

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi dalam bentuk apa pun,” tulis manajemen The Sounds Project, dikutip Selasa (11/8/2026).
 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa panitia tidak memberikan ruang bagi penggunaan simbol maupun nilai agama sebagai gimmick pemasaran dalam kegiatan festival.
 

Butuh Waktu Pastikan Kronologi
 

The Sounds Project menjelaskan, pihaknya tidak langsung mengeluarkan pernyataan setelah persoalan tersebut mencuat.
 

Panitia membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti dan memastikan kronologi kejadian secara utuh. Langkah itu dilakukan agar pernyataan yang disampaikan kepada publik benar-benar berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan informasi yang keliru.
 

Penyelenggara juga menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi segala bentuk penistaan agama maupun tindakan yang menyinggung isu SARA di area acara.
 

Sponsor Newport Ditegur Keras
 

Sebagai langkah konkret, pihak penyelenggara mengaku telah memberikan teguran keras kepada pihak sponsor Newport.
 

Panitia meminta pihak sponsor menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas. Di saat yang sama, pengawasan terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam insiden tersebut diperketat.
 

Langkah itu dilakukan untuk memastikan oknum yang terlibat dapat segera diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban.
 

Evaluasi Menyeluruh untuk Cegah Terulang
 

Tak berhenti pada teguran, The Sounds Project juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.
 

Evaluasi tersebut diarahkan untuk memperketat mekanisme pengawasan terhadap aktivitas sponsor maupun bentuk promosi yang berlangsung di area festival.
 

Panitia ingin memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam penyelenggaraan The Sounds Project berikutnya.
 

Bagi penyelenggara, persoalan ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan sekaligus memastikan setiap aktivitas komersial tetap berada dalam koridor etika dan aturan acara.
 

Berawal dari Unggahan yang Viral
 

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya saat menghadiri festival The Sounds Project pada 9 Agustus 2026.
 

Dalam unggahan tersebut terlihat sebuah booth produk minuman beralkohol Newport menggelar gimmick berupa tantangan menghafal Surah Ad-Dhuha, dengan imbalan hadiah berupa sebotol minuman beralkohol.
 

Unggahan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras warganet.
 

Sejumlah warganet menilai penggunaan ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari promosi minuman beralkohol merupakan tindakan yang tidak etis dan tidak semestinya dilakukan.
 

Panitia Pastikan Ada Pertanggungjawaban
 

Dengan pernyataan resminya, The Sounds Project berusaha memperjelas posisi penyelenggara sekaligus menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.
 

Panitia menegaskan telah mengambil langkah terhadap pihak sponsor, melakukan penelusuran terhadap oknum yang terlibat, serta menjalankan evaluasi internal.
 

Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas promosi di ruang publik tidak hanya berbicara mengenai kreativitas dan strategi pemasaran, tetapi juga menyangkut batas etika, sensitivitas agama, serta tanggung jawab sosial.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: