Komisi III DPR Minta Kematian Mantan Istri Polisi di Medan Diusut Transparan
RAJAMEDIA.CO – Jakarta - Komisi III DPR RI meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya Winda Lorenza (35), mantan istri seorang anggota Polri, yang ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara.
Winda ditemukan meninggal pada Minggu (2/8/2026). Dalam penanganan awal, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api jenis revolver.
Namun, pihak keluarga menyampaikan adanya sejumlah kejanggalan dan kemudian melaporkan dugaan pembunuhan. Perbedaan dugaan tersebut membuat penanganan kasus menjadi sorotan.
Komisi III Minta Polisi Tak Tutup Fakta
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Polda Sumatera Utara, Polresta Medan, dan jajaran yang menangani perkara tersebut bekerja secara objektif dan profesional.
Menurutnya, keraguan yang disampaikan keluarga korban harus menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
“Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban, maka Komisi III mendesak Polda Sumatera Utara termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan,” kata Habiburokhman dalam keterangan video yang diterima Parlementaria, Sabtu (8/8/2026).
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan tidak boleh ada fakta yang disembunyikan dalam penanganan perkara.
Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Bunuh Diri
Habiburokhman juga mengingatkan aparat kepolisian agar tidak terburu-buru menentukan penyebab kematian sebelum seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan.
Ia meminta proses penyelidikan dan penyidikan mengedepankan pendekatan ilmiah untuk memastikan setiap fakta dan bukti dapat diuji secara objektif.
“Jangan ada sedikit pun fakta yang ditutup-tutupi. Dan jangan membuat kesimpulan yang sembarangan, apalagi tergesa-gesa. Proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif, profesional, serta berbasis pendekatan ilmiah,” tegasnya.
Menurut dia, setiap kemungkinan harus diperiksa secara menyeluruh sehingga kesimpulan akhir benar-benar berdasarkan bukti dan hasil penyidikan.
Komisi III Akan Panggil Polisi dan Keluarga
Komisi III DPR RI memastikan akan mengawal penanganan kasus tersebut melalui fungsi pengawasan parlemen.
Habiburokhman mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari kepolisian sekaligus mendengarkan keterangan keluarga korban.
“Kami, Komisi III DPR RI, akan mengawal kasus ini. Kami juga akan memanggil pihak Polda Sumatera Utara, pihak Polresta Medan, serta keluarga korban pada hari Selasa yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum,” ungkapnya.
Rapat tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai proses penanganan perkara dan berbagai dugaan kejanggalan yang disampaikan keluarga.
Dugaan Awal Bunuh Diri Dipertanyakan Keluarga
Winda Lorenza ditemukan meninggal dengan luka tembak di bagian kepala di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Medan Helvetia.
Polisi dalam penanganan awal menduga korban mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api jenis revolver.
Namun, keluarga korban merasa terdapat sejumlah kejanggalan sehingga melaporkan dugaan pembunuhan.
Komisi III DPR RI kini meminta kepolisian memastikan seluruh kemungkinan ditelusuri secara profesional sebelum menetapkan kesimpulan akhir.
Kasus ini masih dalam proses penanganan dan penyelidikan kepolisian.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Nasional 5 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Info Haji | 4 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu