Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kepala Desa Naik Kelas! Kemendagri dan UI Cetak Pemimpin Desa Masa Depan

Laporan: Firman
Jumat, 17 Juli 2026 | 05:28 WIB
Kemendagri menutup Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), Kamis (16/7/2026) - Foto: Repro -
Kemendagri menutup Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), Kamis (16/7/2026) - Foto: Repro -

RAJAMEDIA.CO — Depok —  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menutup Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), Kamis (16/7/2026). Program peningkatan kapasitas aparatur desa itu tak berhenti di ruang kuliah. Seluruh peserta kini akan mendapat pendampingan daring selama dua bulan agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di desa masing-masing.
 

Program yang diikuti kepala desa dari 32 provinsi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas kepemimpinan desa sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembangunan berbasis potensi lokal.
 

Antusiasme Kepala Desa Sangat Tinggi
 

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengatakan, penutupan ini merupakan rangkaian akhir Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II yang menjadi satu kesatuan dengan Angkatan I yang dimulai sejak 30 Juni 2026.
 

Menurutnya, semangat para peserta selama mengikuti pelatihan sangat luar biasa.

"Mereka merasa mendapat penghargaan dan kehormatan karena diundang pemerintah pusat untuk belajar di Universitas Indonesia, salah satu kampus terbaik di Indonesia," ujar La Ode.
 

Materi Disesuaikan dengan Potensi Desa
 

La Ode menjelaskan, kurikulum pelatihan tidak disusun secara umum.
 

Sebelum program dimulai, Kemendagri bersama Universitas Indonesia melakukan survei, penelitian, dan pemetaan terhadap karakteristik desa sebagai dasar penyusunan modul pembelajaran.
 

Dengan pendekatan tersebut, materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
 

Mulai dari pengembangan pariwisata, ekowisata, digitalisasi pemerintahan desa, hingga sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
 

"Bahan ajar dirancang berdasarkan potensi unggulan setiap desa sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan aplikatif," jelasnya.
 

Tak Berhenti di Kampus
 

Kemendagri memastikan proses belajar tidak selesai setelah peserta kembali ke daerah.
 

Selama dua bulan ke depan, seluruh kepala desa akan mengikuti program asistensi dan pendampingan secara daring.
 

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah akan memantau implementasi hasil pelatihan sekaligus memberikan bimbingan jika ditemukan kendala di lapangan.
 

"Kami akan melakukan asistensi, memantau, mengevaluasi efektivitas hasil pembelajaran, sekaligus memberikan panduan yang lebih aplikatif," kata La Ode.

Cetak Desa Lebih Maju dan Mandiri
 

Kemendagri berharap Program Kepala Desa Masuk Kampus mampu melahirkan kepala desa yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu mengelola potensi daerah secara profesional.
 

Dengan dukungan pendampingan berkelanjutan, pemerintah optimistis desa-desa di seluruh Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.rajamedia

Komentar: