Investasi Kota Bekasi Melambat, Komisi I Minta Pemkot Gas Strategi Baru!
RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi – Alarm investasi di Kota Bekasi resmi berbunyi. Realisasi penanaman modal sepanjang 2025 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya. Sinyal ini memaksa pemerintah daerah merumuskan langkah cepat agar laju pertumbuhan tidak kian tersendat.
Temuan itu terungkap dalam rapat antara Komisi I DPRD dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
PSN Selesai, Daya Beli Melemah
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, menyebut ada beberapa faktor yang memicu penurunan tersebut. Salah satunya berakhirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sebelumnya menjadi motor penggerak investasi.
“Karena sebelumnya masih banyak proyek strategis nasional yang berjalan. Sekarang hampir semuanya selesai. Ditambah menurunnya daya beli masyarakat, contohnya ada mal yang tutup,” ujar Dariyanto, belum lama ini.
Menurutnya, ketika proyek-proyek besar rampung, arus modal otomatis ikut menyusut. Di sisi lain, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih turut memberi tekanan terhadap minat investor.
2026 Harus Jadi Titik Balik
DPRD tak ingin situasi ini dibiarkan berlarut. Tahun 2026 disebut harus menjadi momentum kebangkitan agar status Bekasi sebagai kota metropolitan tetap terjaga.
“Kita berharap pemerintah bisa meningkatkan kembali investasi, fokus lagi menggenjot realisasi penanaman modal,” tegasnya.
Dewan mendorong Pemkot memperkuat promosi investasi, menyederhanakan layanan perizinan, serta menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.
RPIK 2025–2045 Jadi Peta Jalan
Sebagai pijakan jangka panjang, DPRD dan Pemkot sebelumnya telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) 2025–2045.
Regulasi itu dirancang sebagai road map pengembangan sektor industri selama dua dekade ke depan.
“Perda itu menjadi peta jalan pembangunan industri agar bisa mendorong dan menambah nilai investasi di Kota Bekasi,” tandas Dariyanto.
Kini tantangannya jelas: bagaimana mengubah peta jalan di atas kertas menjadi mesin pertumbuhan nyata. Sebab tanpa strategi baru, alarm investasi bukan sekadar bunyi peringatan—tetapi sinyal perlambatan ekonomi yang nyata.![]()
Dunia 3 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu