Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Panglima TNI Beri Kuliah Umum di Lemhannas, Ace Hasan Perkuat Perspektif Ketahanan Nasional

Laporan: Firman
Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:03 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan kuliah umum bertema “Kesiapsiagaan TNI di Era Ancaman Multidimensi” di Auditorium Gadjah Mada, Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). - Lemhannas/RMN -
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan kuliah umum bertema “Kesiapsiagaan TNI di Era Ancaman Multidimensi” di Auditorium Gadjah Mada, Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). - Lemhannas/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan kuliah umum bertema “Kesiapsiagaan TNI di Era Ancaman Multidimensi” di Auditorium Gadjah Mada, Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
 

Kuliah umum tersebut diikuti personel Lemhannas RI dan peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai arah dan kebijakan TNI dalam menghadapi beragam tantangan strategis demi menjaga kepentingan nasional serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 

Materi yang disampaikan Panglima TNI mencakup kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penanggulangan bencana, penguatan kerja sama pertahanan, hingga dukungan terhadap program prioritas pemerintah. 
 

Ancaman Multidimensi Menuntut Kesiapsiagaan
 

Dinamika lingkungan strategis menuntut Indonesia memiliki kesiapsiagaan nasional yang mampu merespons berbagai bentuk ancaman. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertahanan militer, tetapi juga mencakup bencana alam, perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, dan berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Melalui kuliah umum ini, Panglima TNI memberikan penjelasan mengenai peran dan kesiapan TNI dalam menghadapi tantangan tersebut, sekaligus memperkuat pemahaman para peserta mengenai pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
 

Dalam pemberitaan mengenai kegiatan tersebut, Panglima TNI juga menyoroti dukungan TNI terhadap penanganan bencana alam, termasuk upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, serta pentingnya kerja sama dan latihan bersama dengan negara-negara tetangga untuk memperkuat hubungan pertahanan. 
 

Ace Hasan: Kepemimpinan Harus Antisipatif dan Adaptif
 

Dalam konteks pendidikan kepemimpinan nasional, Gubernur Lemhannas RI TB. Ace Hasan Syadzily sebelumnya menekankan pentingnya membentuk pemimpin yang mampu berpikir antisipatif, beradaptasi terhadap perubahan, serta membaca perkembangan geopolitik dan geoekonomi global secara komprehensif.

Pandangan tersebut disampaikan Ace ketika membuka Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan LXX pada Juni 2026. Menurut kerangka pendidikan Lemhannas, kemampuan membaca perubahan lingkungan strategis menjadi bekal penting bagi para pemimpin untuk merumuskan kebijakan yang tidak sekadar reaktif, tetapi juga mampu mengantisipasi risiko dan menangkap peluang. 
 

Perspektif tersebut relevan dengan tema kesiapsiagaan TNI di era ancaman multidimensi. Kepemimpinan strategis membutuhkan kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh, membangun koordinasi antarlembaga, dan mengambil keputusan berdasarkan perhitungan terhadap berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi kepentingan nasional.
 

Perkuat Sinergi Pertahanan dan Ketahanan Nasional
 

Kegiatan kuliah umum ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi personel Lemhannas RI dan peserta P4N Angkatan LXX untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan pertahanan dan keamanan nasional.

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman multidimensi membutuhkan koordinasi yang kuat antara TNI, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diperlukan agar respons terhadap situasi darurat maupun perubahan lingkungan strategis dapat dilakukan secara terukur dan efektif.
 

Bagi para peserta pendidikan kepemimpinan nasional, pemahaman mengenai kebijakan pertahanan menjadi bagian penting dalam membangun perspektif kebangsaan, memperkuat kewaspadaan nasional, serta menjaga keberlanjutan kepentingan strategis Indonesia.
 

Melalui pendidikan dan pertukaran perspektif strategis, Lemhannas RI terus menjalankan perannya dalam menyiapkan kader pemimpin nasional yang mampu memahami tantangan bangsa dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan nasional.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: