Bonnie Triyana Dorong Pengetahuan Lokal Jadi Senjata Mitigasi Bencana Cagar Budaya
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mendorong pengetahuan lokal masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi bagian dari strategi pelindungan dan mitigasi cagar budaya.
Menurut Bonnie, langkah tersebut penting karena Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai wilayah yang rawan berbagai jenis bencana. Pengetahuan masyarakat yang diwariskan lintas generasi dinilai dapat menjadi sumber penting dalam memperkuat kesiapsiagaan sekaligus melindungi warisan budaya.
Local Genius Jangan Berhenti Jadi Cerita
Bonnie mengatakan berbagai daerah di Indonesia memiliki local genius berupa pengetahuan dan pengalaman menghadapi ancaman bencana.
Pengetahuan tersebut, menurutnya, tidak semestinya hanya menjadi cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, pengetahuan lokal perlu dikaji, didokumentasikan, dan diintegrasikan ke dalam kebijakan pelindungan cagar budaya.
“Kita sering kali menemukan pengetahuan-pengetahuan lokal, local genius di tengah masyarakat tentang bencana. Yang semestinya kalau pengetahuan lokal itu teman-teman kerjakan, mungkin bisa meminimalisir dampaknya,” ujar Bonnie dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Belajar dari Smong di Simeulue
Politisi PDI Perjuangan itu mencontohkan pengetahuan masyarakat Simeulue, Aceh, mengenai smong.
Smong merupakan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi mengenai tanda-tanda datangnya tsunami sekaligus cara masyarakat merespons ancaman tersebut.
Menurut Bonnie, pengalaman Simeulue menunjukkan bahwa masyarakat memiliki mekanisme lokal untuk mengenali dan menghadapi bencana.
Pengetahuan semacam itu dapat menjadi pembelajaran dalam memperkuat strategi pelindungan cagar budaya yang berada di wilayah rawan bencana.
Mitigasi Jangan Menunggu Bencana
Bonnie menilai mitigasi cagar budaya tidak boleh baru dilakukan setelah bencana terjadi dan menimbulkan kerusakan.
Situs, bangunan, maupun kawasan yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan harus dipetakan risikonya sejak awal.
“Kalau kita sama-sama tahu, kenapa tidak dikerjakan saja. Ini pekerjaan yang mungkin seharusnya dilakukan sudah 20 tahun lalu,” katanya.
Karena itu, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dinilai perlu memiliki strategi yang lebih sistematis dalam mengidentifikasi potensi risiko bencana, mendokumentasikan pengetahuan lokal, serta mengintegrasikannya ke dalam kebijakan pelindungan cagar budaya.
Setiap Daerah Punya Risiko Berbeda
Bonnie menegaskan karakter bencana di setiap wilayah Indonesia tidak selalu sama.
Karena itu, strategi mitigasi juga tidak dapat diseragamkan sepenuhnya. Pengetahuan masyarakat setempat justru dapat menjadi salah satu sumber informasi penting dalam menyusun langkah mitigasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.
“Harusnya jauh sebelum bencana,” ujarnya.
Pendekatan berbasis pengetahuan lokal tersebut dinilai dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memberikan perlindungan lebih baik terhadap warisan budaya.
Dari Rehabilitasi ke Pencegahan
Bonnie berharap kebijakan pelindungan cagar budaya ke depan tidak hanya berorientasi pada rehabilitasi setelah terjadi kerusakan.
Menurutnya, aspek pencegahan, mitigasi, dokumentasi, dan pemanfaatan pengetahuan masyarakat harus mendapat perhatian lebih besar.
Dengan pendekatan tersebut, pelindungan cagar budaya tidak hanya berbicara mengenai bagaimana memperbaiki situs setelah bencana, tetapi bagaimana memastikan warisan sejarah dan budaya tetap bertahan ketika bencana datang.
Komisi X Dorong Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal
Komisi X DPR RI mendorong Balai Pelestarian Kebudayaan memperkuat mitigasi berbasis pengetahuan lokal sebagai bagian dari strategi pelindungan cagar budaya.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempertemukan dua kepentingan sekaligus: menjaga warisan budaya dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Bagi Bonnie, kearifan lokal yang telah terbukti diwariskan lintas generasi merupakan aset pengetahuan yang layak ditempatkan sebagai bagian dari strategi kebencanaan nasional.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Otomotif 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu