Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Debu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi! BMKG: Pemantauan Terus Berjalan

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 10 September 2026 | 09:43 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Serang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak terdeteksi berdasarkan analisis citra satelit pada Kamis (10/9/2026) pukul 04.00 WIB.
 

Hasil tersebut diperoleh melalui pemantauan citra RGB Himawari-9 yang digunakan BMKG untuk melihat perkembangan sebaran debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
 

Debu Vulkanik Tak Terdeteksi
 

BMKG menyebut hasil analisis citra satelit pada waktu pengamatan menunjukkan tidak adanya debu vulkanik yang terdeteksi di atmosfer.
 

“Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada 10 September 2026 pukul 04.00 WIB, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi,” demikian keterangan resmi BMKG, Kamis (10/9/2026).
 

Temuan ini menjadi bagian dari pemantauan kondisi atmosfer sekaligus upaya melihat dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap wilayah di sekitarnya.
 

Himawari-9 Pantau Pergerakan Abu
 

Citra satelit Himawari-9 memiliki peran penting dalam pemantauan material vulkanik di atmosfer.
 

Melalui analisis citra tersebut, kondisi keberadaan maupun pergerakan debu vulkanik dapat dipantau untuk mengetahui perkembangan sebaran material dari aktivitas gunung api.
 

Data pemantauan atmosfer menjadi salah satu informasi penting untuk mendukung kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya wilayah yang berpotensi terdampak.
 

Pemantauan BMKG Berlanjut
 

Meski pada pengamatan pukul 04.00 WIB debu vulkanik tidak terdeteksi, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi atmosfer dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
 

Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan karena kondisi atmosfer dan arah pergerakan material vulkanik dapat berubah mengikuti dinamika cuaca dan aktivitas gunung api.
 

BMKG juga mengingatkan pentingnya menjadikan informasi resmi sebagai rujukan dalam melihat perkembangan kondisi terkini.
 

Dengan pemantauan berbasis satelit dan data atmosfer, perkembangan sebaran debu vulkanik dapat terus diikuti sebagai bagian dari upaya mitigasi dan perlindungan masyarakat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: