Komisi V DPR Soroti 601 Kecelakaan Kapal, 203 Orang Hilang hingga Agustus 2026
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengungkap tingginya angka kecelakaan kapal sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dalam periode tersebut tercatat 601 operasi SAR dengan total 3.607 korban.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.165 orang selamat, 239 orang meninggal dunia, dan 203 orang dinyatakan hilang. Sebanyak 3.404 korban tercatat telah dievakuasi.
Lasarus menyampaikan data tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas, dan Kepala BMKG di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
203 Orang Masih Hilang
Lasarus menyoroti angka 203 korban yang dinyatakan hilang. Ia menduga sebagian korban kecelakaan kapal bisa saja tidak tercatat dalam manifes penumpang.
“Kami semua membaca halaman 36 ini, ada 601 operasi SAR, ada korban 3.607 total korban, 3.165 selamat, meninggal 239, hilang 203 orang, terevakuasi 3.404 orang, itu rentang Januari sampai Agustus 2026, kecelakaan kapal,” ujar Lasarus.
Ia kemudian mempertanyakan kemungkinan adanya korban yang tidak tercatat dalam daftar manifes.
“Tadi saya bilang ada 203 orang yang hilang, mungkin 203 orang hilang pasti ada yang tidak terdaftar di manifes,” sambungnya.
DPR Sebut Darurat Angkutan Laut
Menurut Lasarus, tingginya angka kecelakaan kapal harus menjadi alarm serius bagi pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan.
Ia berharap langkah perbaikan segera dilakukan agar kecelakaan serupa tidak terus berulang dan masyarakat kembali merasa aman menggunakan transportasi laut.
“Ini Pak Menhub saya rasa kita mengalami darurat nih Pak, menurut saya darurat angkutan laut ini,” tegas Lasarus.
Minta Pemerintah Hentikan “Mesin Pembunuh” di Laut
Lasarus meminta Menteri Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan melakukan evaluasi menyeluruh sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Ia bahkan menggunakan istilah keras untuk menggambarkan kondisi keselamatan transportasi laut saat ini.
“Kalau saya lihat dari data halaman 36 ini, ini kami harap Pak Menteri kita sama-sama sesuai tupoksi masing-masing bagaimana kita hentikan mesin pembunuh di laut bahasa saya,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan dalam rapat karena DPR menilai keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.
Keselamatan Penumpang Jadi Sorotan
Data ratusan operasi SAR dan ribuan korban tersebut menunjukkan besarnya tantangan keselamatan transportasi laut sepanjang delapan bulan pertama 2026.
DPR meminta pemerintah tidak hanya bergerak setelah kecelakaan terjadi, tetapi memperkuat langkah pencegahan melalui pengawasan kapal, kelayakan armada, kepatuhan terhadap manifes penumpang, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi laut sebagai sarana mobilitas antarpulau, kepastian keselamatan menjadi kebutuhan mendasar.
Komisi V DPR RI pun mendorong pemerintah melakukan langkah konkret agar angka kecelakaan dapat ditekan dan tragedi di laut tidak kembali memakan korban.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Otomotif 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu