Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ace Hasan: Hilirisasi Tak Akan Berhasil Tanpa Insinyur dan Penguasaan Teknologi

Laporan: Firman
Selasa, 28 Juli 2026 | 11:17 WIB
Gubernur Lemhannas RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat menerima  Ketum PII, Dr. Eng. Ir. Ilham Akbar Habibie, beserta jajaran - Foto: Dok Lemhannas RI -
Gubernur Lemhannas RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat menerima Ketum PII, Dr. Eng. Ir. Ilham Akbar Habibie, beserta jajaran - Foto: Dok Lemhannas RI -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta -  Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. TB Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa penguasaan teknologi merupakan syarat mutlak bagi kemajuan bangsa. Di tengah persaingan geopolitik global yang semakin ketat, Indonesia harus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya para insinyur, untuk mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional.
 

Pernyataan itu disampaikan Ace Hasan usai menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Eng. Ir. Ilham Akbar Habibie, beserta jajaran di ruang kerjanya, Lemhannas RI, Jakarta, Senin (27/7/2026).
 

Pertemuan tersebut berlangsung setelah pembukaan dan pembekalan Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (PPNK) Lemhannas RI Angkatan 118.
 

Hilirisasi Butuh Penguasaan Teknologi
 

Dalam pertemuan itu, Ace Hasan dan Ilham Habibie membahas berbagai isu strategis terkait hilirisasi, industrialisasi, serta penguatan profesi insinyur di Indonesia.
 

Menurut Ace Hasan, hilirisasi tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya alam. Indonesia juga harus memiliki kemampuan menguasai teknologi agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.
 

"Salah satu prasyarat kemajuan bangsa yaitu kemampuan suatu bangsa dalam penguasaan teknologi," tegas Ace Hasan.
 

Persaingan Global Bergeser ke Teknologi
 

Ace Hasan menilai, dinamika geopolitik dunia saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau militer semata.
 

Persaingan antarnegara kini semakin bertumpu pada penguasaan teknologi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia.
 

Karena itu, Indonesia harus menyiapkan ekosistem yang mampu melahirkan lebih banyak insinyur dan inovator yang berkontribusi bagi pembangunan nasional.
 

"Persaingan teknologi menjadi isu penting dalam situasi geopolitik global saat ini," ujarnya.
 

PII Jadi Mitra Strategis Bangun SDM Unggul
 

Ace Hasan memandang Persatuan Insinyur Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
 

Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan organisasi profesi dinilai menjadi kunci untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.
 

Melalui sinergi tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing nasional sekaligus mewujudkan cita-cita menjadi negara maju.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: