Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

954 Ton Logistik Sudah Disalurkan, DPR Pastikan Bantuan Bencana NTT Sampai ke Warga

Laporan: Halim Dzul
Senin, 24 Agustus 2026 | 07:34 WIB
Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang saat meninjau Posko Utama Penanganan Darurat Bencana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (23/8/2026). - Humas DPR -
Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang saat meninjau Posko Utama Penanganan Darurat Bencana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (23/8/2026). - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Nusa Tenggara Timur — Persoalan utama penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini bukan lagi ketersediaan bantuan, melainkan bagaimana memastikan logistik bergerak cepat hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
 

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memastikan stok bantuan untuk masyarakat terdampak bencana masih mencukupi. Pemerintah telah menyiapkan logistik di sejumlah titik, termasuk Labuan Bajo dan berbagai lokasi pengungsian.
 

Namun, kondisi geografis NTT yang memiliki wilayah tersebar menjadi tantangan tersendiri dalam mempercepat distribusi.
 

“Dari sisi kebutuhan masyarakat, stoknya sudah memadai. Tinggal bagaimana memaksimalkan distribusi,” kata Marwan saat meninjau Posko Utama Penanganan Darurat Bencana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (23/8/2026).
 

Stok Bantuan Aman, Distribusi Jadi Tantangan
 

Marwan mengatakan persediaan bantuan telah tersedia di sejumlah lokasi strategis. Selain stok di daerah terdampak, pemerintah juga masih memiliki cadangan bantuan di Halim untuk mendukung kebutuhan selama masa tanggap darurat.
 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah relatif siap dari sisi ketersediaan logistik.
 

Tantangannya adalah memastikan bantuan tersebut dapat segera sampai kepada masyarakat yang berada di lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak yang sulit diakses.
 

Karena itu, Marwan meminta masyarakat tetap bersabar sekaligus mengapresiasi berbagai upaya pemerintah mempercepat penyaluran bantuan.
 

Geografis NTT Tak Boleh Jadi Penghalang
 

Kondisi geografis NTT menjadi salah satu faktor yang membuat distribusi bantuan tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama di seluruh wilayah.
 

Sejumlah lokasi terdampak tidak bisa dijangkau kendaraan logistik berukuran besar. Pemerintah pun harus mencari pola distribusi yang lebih fleksibel.
 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan masyarakat setempat untuk membantu mengantarkan logistik menggunakan kendaraan roda dua.
 

“Kami dapat juga penjelasan tadi bahwa lokasi yang sulit dijangkau ini, pemerintah sudah mengambil langkah melibatkan masyarakat. Bahkan diantar lewat sepeda motor, melibatkan masyarakat, bukan saja pemerintah,” ujar Marwan.
 

Warga Ikut Bergerak Antar Bantuan
 

Pelibatan masyarakat menjadi salah satu strategi untuk memperpendek jalur distribusi.
 

Logistik yang telah tersedia di posko dapat dibawa menggunakan sepeda motor menuju lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan besar.
 

Langkah tersebut dinilai penting karena kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak tidak dapat menunggu sampai akses transportasi kembali normal.
 

Bagi Marwan, kecepatan distribusi menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat melewati masa tanggap darurat dengan baik.
 

BNPB Kerahkan Berbagai Moda Transportasi
 

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan lokasi pengungsian di NTT tersebar di berbagai titik. Kondisi tersebut membuat proses distribusi membutuhkan strategi dan waktu.
 

Meski demikian, BNPB terus melakukan penyaluran secara bertahap dan menyeluruh.
 

“Tetapi kami secara perlahan, secara menyeluruh, secara bertahap, ini kami layani untuk kebutuhan logistik,” kata Suharyanto.
 

Selain jalur darat dan udara, BNPB juga mengoptimalkan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan besar.
 

Ojek Lokal Jadi Ujung Tombak Distribusi
 

Dalam kondisi tertentu, kendaraan roda dua justru menjadi sarana paling efektif untuk membawa bantuan mendekati masyarakat terdampak.
 

BNPB melibatkan pengemudi ojek untuk mengambil logistik dari posko kemudian mengantarkannya ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
 

“Di samping jalur udara, kami juga mengerahkan sepeda motor. Ojek-ojek ini mengambil logistik di posko, kemudian kami libatkan untuk masuk ke lokasi-lokasi terdampak,” ujar Suharyanto.
 

Menurutnya, langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang terpaksa bertahan di pengungsian mandiri karena khawatir kembali ke rumah tanpa kepastian kebutuhan dasar.
 

954 Ton Logistik Sudah Disalurkan
 

BNPB mencatat total 954 ton logistik telah disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.
 

Sebanyak 651,4 ton di antaranya didistribusikan dari Labuan Bajo menuju sejumlah wilayah terdampak. Sementara lebih dari 300 ton lainnya disalurkan melalui Maumere.
 

Angka tersebut menunjukkan skala distribusi bantuan yang cukup besar. Namun, pemerintah masih harus memastikan seluruh logistik benar-benar mencapai masyarakat yang membutuhkan.
 

Fokus Berikutnya: Percepatan dan Pemerataan
 

Marwan berharap optimalisasi distribusi dapat mempercepat penanganan masyarakat terdampak sehingga masa tanggap darurat dapat segera dilalui.
 

Setelah kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, pemerintah diharapkan dapat segera masuk ke tahap berikutnya, yakni pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi.
 

“Mudah-mudahan dengan sigapnya pemerintah yang dikoordinasikan oleh Pak Kepala BNPB, mudah-mudahan masyarakat tertangani dengan baik dan segera pulih,” tandas Marwan.
 

Bantuan Harus Sampai ke Titik Terakhir
 

Penanganan bencana pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa banyak bantuan yang tersedia di gudang atau posko.
 

Ukuran keberhasilan juga ditentukan oleh apakah bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat di titik terdampak.
 

Karena itu, kolaborasi pemerintah, BNPB, pemerintah daerah, aparat, relawan dan masyarakat menjadi sangat penting.
 

Stok bantuan boleh mencukupi, tetapi perjuangan belum selesai sebelum logistik tiba di tangan warga yang membutuhkan.
 

Dengan distribusi yang terus diperluas dan melibatkan berbagai moda transportasi, pemerintah diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka jalan menuju pemulihan NTT pascabencana.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: