Gubernur Lemhannas: Ketahanan Nasional Kunci Hadapi Geopolitik Global
Laporan: Halim Dzul
Selasa, 15 September 2026 | 20:59 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily memberikan kuliah umum kepada peserta program School of Thought di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026). - Foto: Dok. Lemhannas/RMN -
RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menerima kunjungan sekaligus memberikan kuliah umum kepada peserta program School of Thought di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Program School of Thought (Founding Associates Batch One) merupakan inisiatif The Kertanegara Institute yang berfokus pada penguatan kepemimpinan Indonesia melalui riset dan konsultasi strategis.
Dalam agenda Studium Generale & Strategic Dialogue, Ace Hasan menyampaikan materi bertajuk “Membaca Arah Strategis Indonesia: Ketahanan Nasional dalam Kerangka Asta Cita.”
Ia menyoroti tantangan Indonesia dalam beberapa dekade mendatang, mulai dari mengejar pertumbuhan ekonomi, memanfaatkan bonus demografi, hingga keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
“Kami berbicara mengenai tantangan nyata yang harus dihadapi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, memanfaatkan bonus demografi secara optimal, terbebas dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap), dan mewujudkan Indonesia maju di tengah dinamika geopolitik dunia yang kian kompleks,” ujar Ace.
Kepemimpinan Harus Peka Geopolitik
Ace menekankan pentingnya menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan membaca perubahan dan ketajaman analisis terhadap geopolitik global.
Menurutnya, ketahanan nasional kini tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan Indonesia menjaga kepentingan nasional melalui kebijakan ekonomi, hilirisasi, dan strategi menghadapi ketidakpastian global.
School of Thought Dorong Pemimpin Strategis
The Kertanegara Institute menyambut positif pemikiran strategis yang disampaikan Lemhannas RI.
Melalui program School of Thought, para peserta diharapkan mampu mengembangkan pemahaman mengenai ketahanan nasional berbasis Asta Cita dan menerapkannya dalam riset, kebijakan, maupun konsultasi strategis.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kapasitas kepemimpinan yang mampu membaca tantangan nasional sekaligus merumuskan strategi menghadapi perubahan global.