Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Andra Soni Paparkan Capaian Asta Cita di Banten, Ekonomi Tumbuh 3,5 Juta Anak Terima MBG

Laporan: Firman
Sabtu, 05 September 2026 | 13:32 WIB
Gubernur Banten Andra Soni memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dalam acara Gempar Youth Leader Summit 2026 di Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026). - RMN -
Gubernur Banten Andra Soni memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dalam acara Gempar Youth Leader Summit 2026 di Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026). - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Kota Tangerang — Gubernur Banten Andra Soni memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dalam acara Gempar Youth Leader Summit 2026 di Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).
 

Berbagai program yang dijalankan Pemprov Banten disebut menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, kesejahteraan petani, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga ketahanan pangan.
 

Program Banten Dijalankan Berkesinambungan
 

Andra mengatakan pembangunan di Banten dilakukan secara paralel dan berkesinambungan untuk mendukung agenda pemerintah pusat.

“Program-program pembangunan di Banten dilaksanakan secara paralel dan berkesinambungan untuk mendukung pencapaian Asta Cita Bapak Presiden. Kami optimis, langkah ini akan mempercepat kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andra.
 

Menurutnya, berbagai intervensi pemerintah mulai memberikan dampak terhadap masyarakat sekaligus mendorong peningkatan perekonomian daerah.
 

Ekonomi Banten Tumbuh Positif
 

Andra memaparkan, pertumbuhan ekonomi Banten terus menunjukkan tren positif.
 

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Banten tercatat 5,37 persen, meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 4,75 persen. Tren tersebut disebut terus berlanjut hingga triwulan I tahun 2025 yang mencapai 5,64 persen.
 

Pertumbuhan tersebut, kata Andra, tidak terlepas dari berbagai program pemerintah pusat dan daerah yang langsung menyentuh masyarakat.
 

MBG Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
 

Salah satu program yang dinilai memberikan dampak besar adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
 

Di Banten, sekitar 3,5 juta anak sekolah telah menjadi penerima manfaat program tersebut.
 

Andra menilai MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dampak MBG ini luar biasa. Selain meningkatkan semangat belajar anak-anak, secara ekonomi juga berhasil menggerakkan ekosistem ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
 

Program tersebut ikut menciptakan permintaan terhadap produk pangan lokal dan membuka ruang bagi keterlibatan pelaku usaha serta masyarakat dalam rantai pasok.
 

Petani Ikut Rasakan Dampaknya
 

Efek ekonomi dari berbagai program pemerintah juga disebut dirasakan sektor pertanian.
 

Hal itu tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) Banten pada Agustus 2026 yang berada di kisaran 113,02.
 

Pemprov Banten juga terus memperkuat infrastruktur pertanian untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.
 

Hingga 2026, pemerintah provinsi telah membangun sekitar 81 kilometer saluran irigasi yang mampu mengairi sekitar 10 ribu hektare sawah.
 

Masa Tanam Naik, Produksi Padi Capai 1,8 Juta Ton
 

Andra menyebut pembangunan irigasi memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian.

Masa tanam padi yang sebelumnya hanya dua kali dalam setahun kini dapat ditingkatkan menjadi tiga kali.
 

Produksi padi Banten pun disebut meningkat menjadi sekitar 1,8 juta ton per tahun.


“Dampaknya, masa tanam padi bertambah dari semula dua kali menjadi tiga kali setahun. Produksi padi pun meningkat menjadi 1,8 juta ton per tahun. Walaupun dekat dengan Jakarta, Banten kini mampu menjadi lumbung padi nasional peringkat kedelapan,” papar Andra.
 

1.551 Koperasi Merah Putih Dibentuk
 

Selain sektor pangan, Pemprov Banten juga memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.
 

Sebanyak 1.551 koperasi telah dibentuk di seluruh desa dan kelurahan di Banten. Dari jumlah tersebut, lebih dari 700 koperasi disebut telah beroperasi secara fisik.
 

Koperasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
 

Sekolah Gratis Dirasakan 120 Ribu Siswa
 

Di sektor pendidikan, program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK dan SKh swasta juga terus berjalan.
 

Program tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 120 ribu siswa kelas X dan XI.
 

Kebijakan ini menjadi salah satu upaya Pemprov Banten memperluas akses pendidikan sekaligus meringankan beban masyarakat.
 

Hashim: Masa Depan Indonesia Sangat Cerah
 

Menanggapi pemaparan Gubernur Banten, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Menurut Hashim, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
 

Ia menilai program MBG menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun generasi Indonesia yang lebih berkualitas.


“MBG adalah salah satu upaya nyata dalam membangun kualitas SDM kita,” kata Hashim.
 

500 Pemuda Disiapkan Jadi Pemimpin
 

Sementara itu, Ketua Gempar Youth Leader Summit 2026, Yohanes Sirait, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 pemuda dari berbagai daerah.
 

Forum tersebut diarahkan untuk membangun kapasitas generasi muda sekaligus menyiapkan calon pemimpin masa depan.
 

“Kami bertekad anak muda tidak hanya bersiap menjadi pemimpin di masa depan, tetapi mulai memimpin dari saat ini,” pungkasnya.
 

Bagi Banten, berbagai capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperkuat pembangunan daerah sekaligus menyelaraskannya dengan agenda besar pemerintah pusat menuju Indonesia Emas 2045.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: