Soekarno-Hatta Masih Ditutup, 75.236 Penumpang Terdampak di Hari Kedua
RAJAMEDIA.CO — Tangerang — Sebanyak 75.236 calon penumpang terdampak pada hari kedua penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Penutupan dilakukan akibat sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan sebanyak 624 rencana penerbangan tidak dapat beroperasi pada hari kedua penutupan.
“Pada hari kedua penutupan tercatat sebanyak 624 rencana penerbangan terpaksa tidak dapat beroperasi dan sedikitnya 75.236 calon penumpang terdampak,” ujar Yudistiawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026).
624 Penerbangan Tak Bisa Beroperasi
Menurut Yudistiawan, seluruh rencana penerbangan yang masuk ke Pusat Perencanaan Penerbangan belum dapat beroperasi seiring diperpanjangnya penutupan bandara hingga pukul 18.00 WIB.
“Untuk hari ini, rencana penerbangan yang masuk ada 624 pergerakan pesawat yakni 461 rute domestik, 156 rute internasional dan tujuh penerbangan kargo,” katanya.
Ia menjelaskan, puluhan ribu penumpang yang dijadwalkan terbang pada hari kedua penutupan belum dapat diberangkatkan.
Penghentian operasional dilakukan setelah diterbitkannya NOTAM (Notice to Airmen/Notice to Air Missions) terbaru terkait batas keamanan ruang udara di sekitar bandara.
“Dari 624 jumlah flight tersebut, rencana jumlah penumpangnya sekitar 75.236 penumpang. Namun, sampai saat ini memang belum ada operasi penerbangan karena bandara masih tertutup,” ujarnya.
Maskapai Tunda dan Batalkan Penerbangan
Sejumlah maskapai, termasuk Garuda Indonesia, telah mengumumkan penundaan dan pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan penumpukan calon penumpang di area terminal sekaligus menjaga keselamatan penerbangan.
Sebelumnya, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat sebanyak 1.039 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Data tersebut merupakan akumulasi pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara lain.
Total 119.215 Penumpang Sudah Terdampak
Dampak tersebut tercatat hingga Minggu (6/9/2026) pukul 21.30 WIB dengan jumlah penumpang terdampak mencapai 119.215 orang.
“Terdapat 1.039 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain dan sebagainya,” kata Yudistiawan.
Penumpang Dapat Bantuan
Untuk mengurangi dampak penutupan, pihak pengelola mengaktifkan prosedur pemulihan layanan dengan menyediakan bantuan makanan ringan dan fasilitas bus gratis bagi penumpang terdampak.
Layanan bus disiapkan menuju empat kota utama tujuan antarkota di Pulau Jawa.
Selain itu, pemeriksaan keselamatan armada pesawat diperketat untuk mencegah kerusakan mesin akibat paparan partikel abu vulkanik.
Keselamatan penerbangan menjadi prioritas selama sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berpotensi mengganggu ruang udara.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Politik 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 minggu yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Olahraga | 22 jam yang lalu
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu





