Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Sari Yuliati Kecam Keras Serangan Brutal yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 05 April 2026 | 09:07 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati - Humas DPR -
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, angkat suara tegas atas serangan yang merenggut nyawa mereka tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. Ia menyebut serangan terebut sebagai tindakan keji yang harus dikecam keras.
 

“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” tegasnya, Minggu (5/4/2026).
 

Gugur dalam Misi Perdamaian Dunia
 

Tiga prajurit yang gugur merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL):
 

1. Mayor Inf. (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar 

2. Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan 

3. Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon 
 

Mereka menjadi korban rangkaian serangan di Lebanon Selatan yang diduga berasal dari agresi Israel.
 

Serangan Beruntun, Tiga Nyawa Melayang
 

Insiden tragis ini terjadi dalam tiga gelombang serangan:
 

Serangan Pertama (29 Maret 2026)
Markas Kontingen Garuda di Adchit al-Qusayr dihantam mortar. Kopda Farizal gugur saat sedang menunaikan salat di masjid. Tiga prajurit lain luka-luka.
 

Serangan Kedua (30 Maret 2026)
Ledakan menghantam kendaraan logistik di Bani Hayyan. Mayor Zulmi dan Serka Nur Ichwan gugur di tempat. Dua anggota lain terluka.
 

Serangan Ketiga (3 April 2026)
Ledakan kembali terjadi di Pos UNIFIL El Adeisse. Tiga prajurit terluka, dua di antaranya dalam kondisi serius.
 

DPR: Ini Tindakan Keji
 

Sari menegaskan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak bisa ditoleransi.
 

Menurutnya, dunia internasional harus bersikap tegas terhadap tindakan yang melanggar prinsip kemanusiaan dan perdamaian.
 

Negara Janji Tak Lupakan Pengorbanan
 

Presiden Prabowo Subianto, melalui pernyataannya, memastikan negara akan selalu hadir menghormati jasa para prajurit.
 

Pengorbanan mereka, kata pemerintah, tidak akan pernah dilupakan.
 

Mereka pergi sebagai penjaga damai, pulang sebagai pahlawan. Dunia boleh bergejolak, tapi pengorbanan prajurit Indonesia tetap jadi simbol keberanian dan kemanusiaan.rajamedia

Komentar: