Rusun TOD Manggarai Segera Dibangun, 1.232 Unit Hunian Disiapkan Dekat Stasiun
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Pembangunan rumah susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai memasuki tahap persiapan akhir. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengecek kesiapan pembangunan Rusun TOD Manggarai di Kawasan PT KAI Blok F dan G, Kelurahan Manggarai, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan konstruksi sekaligus melihat langsung rancangan hunian vertikal yang akan dikembangkan di kawasan tersebut.
Groundbreaking Dijadwalkan 21 Agustus
Menteri PKP meninjau langsung mockup hunian, termasuk tipe 45 dengan luas sekitar 45 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

Maruarar mengapresiasi dukungan PT KAI dalam mendorong penyediaan hunian vertikal di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Menurutnya, pembangunan rusun TOD Manggarai membutuhkan tata kelola dan regulasi yang jelas agar dapat berjalan sesuai rencana.
“Malam ini kami akan melakukan pembahasan dengan BPKP dan Pak Hasyim serta Dirut KAI untuk membahas tata kelola dan aturan yang diperlukan untuk mengakomodir skema pembangunan rusun ini,” ujar Menteri Ara.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin memastikan pihaknya siap memulai pembangunan setelah seluruh proses persiapan dan tata kelola diselesaikan.

“Kita akan melakukan groundbreaking tanggal 21 Agustus 2026 jam 9 pagi dan siap bangun,” ujar Bobby.
Kolaborasi Pemerintah dan KAI
Maruarar menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan BUMN menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat perkotaan.
Kementerian PKP menjalankan fungsi sebagai regulator melalui penyusunan kebijakan dan aturan. Sementara PT KAI sebagai operator berperan dalam pemanfaatan aset sekaligus pembangunan.
“Fungsi kami yakni sebagai regulator, membuat aturan dan kebijakan dan pihak KAI sebagai operator yakni membangun, inilah bukti saling sinergi antara KAI dengan Kementerian PKP,” imbuhnya.
Konsep tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan hunian sekaligus memastikan pemanfaatan aset negara dan BUMN memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
1.232 Unit Hunian Disiapkan
Rusun TOD Manggarai akan dibangun di Blok F dan Blok G kawasan Stasiun Manggarai dengan memanfaatkan tanah berstatus Hak Pakai PT KAI.
Total area pengembangan mencapai sekitar 21.939 meter persegi, terdiri dari Blok F seluas sekitar 15.014 meter persegi dan Blok G sekitar 6.925 meter persegi.
Secara keseluruhan, proyek ini akan menyediakan 1.232 unit hunian yang tersebar di tiga menara utama. Selain itu, disiapkan pula 150 unit ruang retail untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Sebanyak 72 unit retail berada di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Tiga Pilihan Tipe Hunian
Hunian yang disiapkan memiliki tiga tipe, yakni Tipe 28, Tipe 36, dan Tipe 45.
Tipe 28 atau studio memiliki luas sekitar 28 meter persegi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu.
Tipe 36 memiliki luas sekitar 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu.
Sementara Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.
Rancangan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan dengan pilihan hunian yang relatif kompak namun tetap fungsional.
Empat Menit Jalan Kaki ke Stasiun
Konsep TOD menjadi salah satu keunggulan utama proyek tersebut. Kawasan hunian hanya berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat menit.
Lokasi tersebut juga didukung berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam radius sekitar tiga kilometer.
Dengan akses yang dekat ke transportasi publik, penghuni diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan sehari-hari.
Konsep ini sekaligus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan memperkuat konektivitas kawasan perkotaan.
Didukung FLPP Bunga 6 Persen
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau, proyek tersebut akan didukung melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Skema pembiayaan tersebut menawarkan suku bunga 6 persen dengan tenor hingga 40 tahun.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dapat memiliki hunian yang layak tanpa harus terbebani pembiayaan yang terlalu berat.
Bangunan Maksimal 36 Lantai
Pengembangan kawasan telah sesuai dengan peruntukan Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1) yang memungkinkan pembangunan rumah susun.
Rancangan bangunan juga memperhatikan aspek keselamatan serta ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dengan batas ketinggian maksimal 151 meter.
Pembangunan dirancang secara vertikal dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11. Ketinggian bangunan dirancang hingga maksimal 36 lantai.
Blok G Mulai Dibangun Agustus
Pembangunan tahap awal untuk Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026. Sementara pembangunan Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah, khususnya melalui pengembangan hunian vertikal di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Kolaborasi pembangunan melibatkan Kementerian PKP, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian BUMN, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Jadi Model Hunian Kota Masa Depan
Maruarar menilai pembangunan Rusun TOD Manggarai dapat menjadi salah satu model pengembangan perumahan perkotaan yang menggabungkan hunian, transportasi publik, dan aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.
Selain menjawab kebutuhan hunian, proyek ini diharapkan mendukung penataan kawasan padat dan kumuh menjadi lingkungan yang lebih layak, aman, tertata, dan terintegrasi dengan transportasi publik.
Jika berjalan sesuai rencana, Rusun TOD Manggarai bukan hanya menghadirkan ribuan unit hunian baru. Proyek ini juga menjadi upaya mengubah pola pembangunan perumahan perkotaan: dari hunian yang jauh dari pusat aktivitas menjadi tempat tinggal yang dekat dengan transportasi, pekerjaan, dan fasilitas publik.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Otomotif 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu