Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

KWP AWARD 2026

Puan: Jurnalisme Penghubung Parlemen dengan Rakyat, Bukan Sekadar Peliput!

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 17 April 2026 | 10:19 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penghargaan KWP Award 2026 yang diserahkan langsung Ketua KWP Ariawan - Foto: Dok Sinpo/RMN -
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penghargaan KWP Award 2026 yang diserahkan langsung Ketua KWP Ariawan - Foto: Dok Sinpo/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan peran krusial jurnalisme sebagai penghubung antara parlemen dan rakyat. Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis dituntut bukan hanya cepat—tapi juga akurat, tajam, dan bertanggung jawab.
 

Pesan itu disampaikan Puan dalam ajang KWP Awards 2026 di Pustakaloka, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
 

Jurnalis: Penerjemah Bahasa Kekuasaan
 

Puan menekankan, kerja parlemen tak akan sampai ke publik tanpa peran media. Mulai dari pembahasan undang-undang hingga keputusan politik, semua butuh jembatan komunikasi yang jelas.
 

“Media menjadi jembatan antara parlemen dan masyarakat. Apa yang kami kerjakan harus bisa dipahami rakyat,” tegasnya.
 

Menurutnya, jurnalis parlemen bukan sekadar peliput agenda. Mereka adalah “penerjemah” bahasa kebijakan—mengubah istilah teknokratis menjadi bahasa yang dekat dengan kehidupan publik.
 

Bukan Seremonial, Tapi Refleksi Demokrasi
 

Puan menyebut KWP Awards bukan hanya ajang penghargaan. Lebih dari itu, ini momentum evaluasi hubungan parlemen dan media dalam menjaga kualitas demokrasi.
 

Ia mengapresiasi jurnalis parlemen yang selama ini ikut mengawal proses legislasi sekaligus menyuarakan aspirasi masyarakat.
 

Era Digital: Cepat Belum Tentu Benar
 

Di era digital, tantangan makin kompleks. Informasi bergerak liar, sering kali terpotong, bahkan menyesatkan.
 

Puan mengingatkan, di tengah banjir konten, jurnalis justru harus jadi filter utama kebenaran.
 

“Informasi akurat harus bersaing dengan yang belum tentu benar. Di sinilah jurnalis berada di garda terdepan,” ujarnya.
 

Jangan Cuma Cepat, Harus Dalam
 

Puan menegaskan, kualitas jurnalisme tak diukur dari kecepatan semata. Kedalaman analisis, konteks yang utuh, dan relevansi bagi publik jauh lebih penting.
 

Jurnalisme, kata dia, bukan hanya soal “apa yang terjadi”, tapi juga “mengapa itu terjadi” dan “apa dampaknya bagi rakyat”.
 

Pesan Tegas: Jaga Integritas!
 

Di akhir pidatonya, Puan berpesan agar jurnalis tetap menjaga profesionalisme dan integritas di tengah tekanan zaman.
 

“Teruslah menjadi jembatan yang jujur antara kebijakan dan rakyat,” pungkasnya.
 

Di tengah hiruk-pikuk informasi, satu hal ditekankan: jurnalis bukan sekadar penyampai berita—mereka penjaga akal sehat demokrasi.rajamedia

Komentar: