Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Presiden Prabowo Ungkap Langkah Cepat Pemerintah Tangani Bencana di Sejumlah Daerah

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 29 November 2025 | 05:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat, 28 November 2025. - Foto: BPMI Setpres -
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat, 28 November 2025. - Foto: BPMI Setpres -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. 
 

Dalam Puncak Peringatan Hari Guru Tahun 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (28/11/2025), Kepala Negara memastikan seluruh jalur bantuan—baik darat maupun udara—telah dikerahkan guna memenuhi kebutuhan warga terdampak.
 

Akses Terputus dan Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Utama
 

Prabowo mengakui bahwa kondisi lapangan tidak mudah. Akses jalan yang terputus, hujan deras, hingga cuaca ekstrem membuat pergerakan bantuan sering terhambat. Namun pemerintah, tegasnya, tetap memaksimalkan seluruh sumber daya untuk memastikan logistik sampai ke masyarakat.
 

“Pemerintah bergerak cepat. Dari hari pertama kita sudah kirim bantuan melalui jalur darat dan udara. Tetapi memang kondisinya berat, banyak yang terputus dan cuaca tidak memungkinkan,” ujar Prabowo mengutil laman presidenri.go.id.
 

Presiden merinci bahwa pemerintah kembali mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400 untuk mengirim bantuan tambahan ke wilayah terdampak.
 

Ancaman Perubahan Iklim dan Kerusakan Lingkungan
 

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyinggung konteks yang lebih luas: meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Ia menilai bahwa edukasi mengenai lingkungan harus diperkuat melalui kurikulum pendidikan nasional.
 

“Perubahan iklim, pemanasan global, kerusakan lingkungan—semua ini tantangan besar. Para guru perlu memperkuat kesadaran lingkungan dalam silabus dan mata pelajaran,” ucapnya.
 

Gerakan Nasional Jaga Hutan dan Sungai
 

Presiden menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan nasional yang dimulai dari rumah masing-masing. Ia menyerukan aksi konkret, mulai dari mencegah pembabatan pohon hingga memastikan sungai tetap bersih agar mampu menahan limpasan air saat bencana terjadi.
 

“Benar-benar mencegah pembabatan hutan dan menjaga sungai agar bersih. Ini usaha bersama, tiap rumah ikut berperan,” pungkas Prabowo.rajamedia

Komentar: