Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kementerian UMKM: Jejaring Ritel Dorong Transaksi UMKM Rp5,65 Triliun per Tahun

Laporan: Zulhidayat Siregar
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:59 WIB
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat mewakili sambutan Menteri UMKM dalam acara Pesta Retail 2026 di Bogor, Senin (26/1/2026). - Foto: Humas Kemen UMKM -
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat mewakili sambutan Menteri UMKM dalam acara Pesta Retail 2026 di Bogor, Senin (26/1/2026). - Foto: Humas Kemen UMKM -

RAJAMEDIA.CO — Bogor, UMKM - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan keterlibatan pelaku UMKM dalam jaringan toko ritel terbukti menciptakan nilai ekonomi signifikan. Melalui kemitraan ritel, potensi transaksi UMKM diproyeksikan mencapai Rp5,65 triliun per tahun, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di berbagai daerah.
 

Penegasan tersebut disampaikan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat mewakili sambutan Menteri UMKM dalam acara Pesta Retail 2026 di Bogor, Senin (26/1/2026).
 

SRC Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
 

Riza menyebut keberadaan jaringan toko ritel seperti Sampoerna Retail Community (SRC) yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. telah menjadi penggerak ekonomi rakyat yang nyata dan berkelanjutan.
 

“Selama 18 tahun, SRC hadir sebagai program strategis dan krusial. SRC tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas manajerial, serta menghubungkan pengusaha UMKM dengan ekosistem digital untuk memperluas peluang pasar,” ujar Riza.
 

Omzet Naik, Daya Saing Menguat
 

Berdasarkan data PT HM Sampoerna, lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia telah tergabung dalam SRC, didukung 6.300 mitra yang terhimpun dalam 10.000 paguyuban. Jaringan ini mencatat omzet lebih dari Rp236 triliun per tahun, meningkat sekitar 42 persen sejak bergabung dengan SRC.
 

Riza menilai capaian tersebut menegaskan pentingnya model pemberdayaan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan agar UMKM mampu naik kelas dan bersaing di tengah perubahan ekonomi.
 

Serap Tenaga Kerja, Jaga Konsumsi Rumah Tangga
 

Tak hanya berdampak pada omzet, keterlibatan toko ritel SRC juga berkontribusi menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan membuka lapangan kerja di tingkat lokal.

Data menunjukkan, 77 persen toko SRC menambah jenis usaha, sementara 51 persen di antaranya menyerap tenaga kerja, sehingga menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar.
 

Program Negara Perkuat UMKM
 

Untuk memperkuat kemandirian UMKM dan toko ritel, Kementerian UMKM terus menjalankan berbagai program strategis, mulai dari integrasi satu data melalui SAPA UMKM, penguatan ekosistem kewirausahaan lewat Entrepreneur Hub, hingga formalisasi usaha melalui perizinan dan sertifikasi.
 

Selain itu, pemerintah juga mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta perluasan akses pasar melalui kemitraan dan pemanfaatan infrastruktur publik.
 

“Kami mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk. atas komitmennya membangun ekosistem UMKM yang tangguh. Kepada seluruh Mitra SRC dan pengusaha toko kelontong sebagai pahlawan ekonomi bangsa, teruslah berkarya, belajar, dan berkolaborasi,” tutur Riza.
 

Kontribusi ke Ekonomi Nasional
 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komunitas ritel seperti SRC memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional, dengan nilai aktivitas ekonomi mencapai Rp23.000 triliun.
 

Sebanyak 250.000 toko ritel SRC disebut mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja dan menghidupi 4 juta keluarga, dengan kontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
 

“Ekonomi Indonesia tetap resilien karena peran toko ritel. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sektor ritel sebagai bagian dari pemerataan ekonomi,” kata Airlangga.
 

Kolaborasi Jadi Kunci
 

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, menambahkan bahwa toko ritel memiliki peran strategis dalam memperkuat UMKM melalui pendampingan yang konsisten dan adaptif, mulai dari keterampilan bisnis, manajemen usaha, hingga literasi digital.
 

“Dampak positif diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem terintegrasi, mulai dari akses pangan, layanan keuangan, logistik, hingga konektivitas digital,” ujarnya.rajamedia

Komentar: