Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

JK Buka Suara! Ceramah UGM Soal Perdamaian, Bukan Penistaan Agama

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 19 April 2026 | 12:17 WIB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 - Repro -
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Polkam  – Polemik ceramah di Masjid UGM akhirnya dijawab langsung oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). JK menegaskan, materi yang ia sampaikan murni tentang perdamaian—bukan penistaan agama seperti yang ditudingkan.
 

Ceramah yang kini viral itu sebenarnya disampaikan dalam rangka Ramadan pada 5 Maret 2026 di Universitas Gadjah Mada.
 

Fokus Ceramah: Jalan Menuju Perdamaian
 

JK menjelaskan, dirinya diundang untuk mengisi ceramah Ramadan dengan tema besar perdamaian. Ia pun membahas berbagai konflik sebagai bahan pembelajaran.
 

“Temanya jelas, langkah-langkah menuju perdamaian. Itu yang saya sampaikan,” tegasnya, Sabtu (18/4/2026).
 

Kupas Konflik dari Madiun hingga Aceh
 

Dalam ceramahnya, JK mengurai berbagai konflik yang pernah terjadi, baik di dalam negeri maupun global.
 

Mulai dari konflik ideologi di Madiun, konflik wilayah di Timor Timur, hingga konflik ekonomi di Aceh. Ia juga menyinggung konflik bernuansa agama di Maluku dan Poso.
 

“Semua saya jelaskan satu per satu sebagai pelajaran bagaimana konflik bisa terjadi,” ujarnya.
 

Soal Syahid dan Martir, Hanya Soal Istilah
 

Bagian ceramah yang ramai dipersoalkan adalah saat JK membandingkan istilah “syahid” dan “martir”.
 

Ia menegaskan, konteksnya adalah penyederhanaan bahasa agar mudah dipahami jamaah.
 

“Di masjid, jamaah lebih paham istilah syahid. Kalau saya pakai martir, belum tentu semua mengerti,” jelasnya.
 

Menurut JK, kedua istilah tersebut memiliki kesamaan makna dalam konteks pengorbanan, hanya berbeda penggunaan istilah.
 

Pesan Keras: Jangan Jadikan Agama Alat Konflik
 

JK menegaskan, inti dari ceramahnya justru peringatan keras agar agama tidak dijadikan alat untuk memicu konflik.
 

Ia mengingatkan para mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan agar menjadikan agama sebagai perekat, bukan pemecah.
 

“Jangan sekali-kali agama dipakai untuk berkonflik,” tegasnya.
 

Viral dan Berujung Laporan
 

Meski disampaikan sejak awal Ramadan, rekaman ceramah tersebut baru viral pada pertengahan April 2026.
 

Kontroversi pun muncul hingga Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026.
 

JK: Jangan Salah Paham
 

Menutup pernyataannya, JK meminta publik tidak salah menafsirkan isi ceramahnya.
 

Baginya, pesan yang disampaikan sangat jelas: memahami konflik untuk menghindarinya, dan menjadikan perdamaian sebagai tujuan utama.
 

“Semua yang saya sampaikan justru untuk mencegah konflik,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: