Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Gunung Anak Krakatau Erupsi! Status Siaga, Pesisir Banten-Lampung Diminta Waspada

Laporan: Firman
Sabtu, 05 September 2026 | 08:47 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga, dengan dinamika magma yang dilaporkan tetap tinggi dan potensi erupsi susulan masih perlu diwaspadai. 
 

Aktivitas erupsi yang berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu, 5 September 2026, menjadi perhatian serius karena lokasi Anak Krakatau berada di tengah perairan Selat Sunda, di antara Banten dan Lampung.
 

Lava Pijar dan Dentuman Terdengar
 

Aktivitas terbaru ditandai dengan semburan material vulkanik dan lava pijar (lava fountain) dari kawasan kawah.
 

Laporan lapangan juga menyebut suara gemuruh dan dentuman terdengar cukup kuat hingga sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda, termasuk kawasan pesisir Banten dan Lampung.
 

Kondisi tersebut menambah kewaspadaan masyarakat mengingat aktivitas Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir memang masih tinggi.
 

Sebelumnya, laporan Badan Geologi mencatat adanya sinar api di kawah sejak 21 Agustus 2026, sementara periode 22–31 Agustus juga mencatat ratusan aktivitas kegempaan vulkanik. 
 

Amplitudo Gempa Letusan Mencapai 70 mm
 

Aktivitas kegempaan juga menjadi indikator penting.
 

Pada salah satu erupsi Anak Krakatau pada 4 September, amplitudo maksimum tercatat mencapai 70 milimeter. Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat hingga barat laut. 
 

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung api dan terus mengikuti perkembangan informasi dari otoritas kebencanaan.
 

Radius 3 Kilometer Harus Steril
 

Masyarakat, wisatawan, pendaki maupun nelayan diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
 

Peringatan ini terutama ditujukan kepada aktivitas wisata maupun pelayaran yang berada di sekitar kawasan gunung api.
 

Masyarakat juga diminta tidak mengambil risiko hanya untuk melihat atau merekam aktivitas erupsi dari jarak dekat.
 

Warga Pesisir Banten dan Lampung Diminta Siaga
 

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan masyarakat di kawasan pesisir Selat Sunda, termasuk Anyer, Carita, Pandeglang dan wilayah pesisir Lampung Selatan.
 

Jika terdengar suara gemuruh sangat kuat atau terjadi perubahan kondisi laut yang tidak biasa, masyarakat diminta menjauh dari pantai dan bergerak menuju lokasi yang lebih aman.
 

Potensi tsunami tidak berarti setiap erupsi Anak Krakatau otomatis menghasilkan tsunami. Namun, aktivitas gunung api di tengah laut tetap perlu diwaspadai karena longsoran material atau bagian tubuh gunung ke laut dalam volume besar dapat menjadi salah satu mekanisme pembangkit tsunami.
 

Waspada Abu Vulkanik dan Keselamatan Penerbangan
 

Potensi sebaran abu vulkanik juga harus diperhatikan, terutama apabila arah angin berubah dan membawa material erupsi menuju daratan.
 

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik dianjurkan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
 

Untuk pelayaran, kewaspadaan juga penting karena BMKG saat ini mencatat gelombang tinggi 2,5–4 meter di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, dan perairan selatan Lebak untuk periode 5–8 September 2026. 
 

Jangan Panik, Jangan Percaya Hoaks
 

Di tengah banyaknya video erupsi yang beredar di media sosial, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
 

Video lava pijar, petir vulkanik maupun suara dentuman dapat terlihat dramatis, tetapi penilaian mengenai ancaman bencana harus mengacu pada informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG dan BPBD.
 

Yang terpenting, masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus siaga dan memahami jalur evakuasi apabila terjadi perkembangan situasi.
 

Gunung Anak Krakatau masih Siaga. Warga pesisir diminta tetap tenang, menjauhi kawasan berbahaya dan mengikuti informasi resmi.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: