Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Gubernur Lemhannas: Pertamina Harus Jadi Garda Terdepan Ketahanan Energi Nasional

Laporan: Zulhidayat Siregar
Sabtu, 29 November 2025 | 17:47 WIB
Gubernur Lemhannas RI, Dr. Tb. H. Ace H. Syadzily saat menjadi pembicara kunci dalam Retret Terintegrasi PT Pertamina Grup di Akademi Militer Magelang, Sabtu pagi (29/11/2025). - Foto: Istimewa -
Gubernur Lemhannas RI, Dr. Tb. H. Ace H. Syadzily saat menjadi pembicara kunci dalam Retret Terintegrasi PT Pertamina Grup di Akademi Militer Magelang, Sabtu pagi (29/11/2025). - Foto: Istimewa -

RAJAMEDIA.CO - Magelang, Retreat Pertamina – Gubernur Lemhannas RI, Dr. Tb. H. Ace H. Syadzily, menegaskan kembali peran vital BUMN sebagai instrumen negara dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi Indonesia. 
 

Pesan itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Retret Terintegrasi PT Pertamina Grup yang dihadiri Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Pertamina Holding serta Subholding, di Akademi Militer Magelang, Sabtu pagi (29/11/2025).
 

BUMN Adalah Instrumen Negara untuk Kemakmuran Rakyat
 

Dalam paparan pembukanya, Ace menegaskan bahwa BUMN merupakan alat strategis negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengelola kekayaan alam bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Menurutnya, Pertamina tampil sebagai instrumen utama negara untuk memastikan ketahanan energi nasional.
 

“Pertamina harus menjadi pilar yang menjamin tersedianya energi bagi seluruh rakyat. Ini mandat negara, bukan sekadar urusan korporasi,” tegas Ace.

Asta Cita Presiden Prabowo dan Misi Kedaulatan Energi
 

Ace juga menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang Asta Cita, khususnya agenda mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi. Indonesia yang kaya sumber daya alam—terutama sektor minerba—dituntut mampu mengelola potensi tersebut dengan prinsip good corporate governance.
 

“Bangsa ini punya kekayaan alam yang luar biasa. Tugas kita adalah mengelolanya sebaik-baiknya dengan tata kelola yang baik dan penuh integritas,” ujarnya.
 

Kemandirian Energi Jadi Syarat Bangsa Kuat
 

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu, Ace menilai ketahanan energi bukan lagi opsi, tetapi keharusan.
 

“Dalam suasana persaingan antarnegara yang makin ketat, kemandirian energi adalah syarat utama bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang kuat,” katanya.
 

Ia menegaskan, Pertamina memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan ketahanan energi tersebut terpenuhi secara berkelanjutan.
 

Kepemimpinan Berkarakter: Kunci Transformasi Pertamina
 

Selain tata kelola, Ace menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berkarakter kebangsaan, berintegritas, dan adaptif dalam memimpin perusahaan energi sebesar Pertamina.
 

Ia menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Komisaris Utama Mochamad Iriawan dan Direktur Utama Simon A. Mantiri.
 

“Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Iriawan dan Pak Simon A. Mantiri, Pertamina akan tumbuh menjadi perusahaan negara yang berkelas dunia,” tuturnya.rajamedia

Komentar: