Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dua Ton Narkoba Diselundupkan, Komisi III DPR: Jangan Berhenti di ABK!

Laporan: Firman
Senin, 23 Februari 2026 | 07:40 WIB
Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi - Humas DPR -
Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Kasus penyelundupan dua ton narkoba kembali mengguncang publik. Namun, suara keras datang dari parlemen: jangan berhenti pada penangkapan anak buah kapal (ABK).
 

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan bahwa kasus ini melibatkan jaringan terorganisasi rapi—dari pemodal, pengendali distribusi, hingga operator lapangan.
 

Kejahatan Terstruktur dan Masif
 

Menurut Aboe, penyelundupan dalam skala dua ton bukanlah aksi sporadis. Ada sistem yang bekerja di belakangnya.
 

“Seluruh jaringan, mulai dari pemodal, pengatur logistik, hingga operator, harus dimintai pertanggungjawaban pidana. Ini bukan kejahatan kecil, ini kejahatan terstruktur dan masif yang merusak generasi bangsa,” tegasnya dalam keterangan pers, Minggu (22/2/2026).
 

Ia menilai, penangkapan ABK tidak otomatis menyelesaikan perkara. Mereka bisa jadi hanya bagian paling bawah dari rantai panjang bisnis haram tersebut.
 

Jangan Hanya Tangkap Pion
 

Aboe mengingatkan, pemberantasan narkoba tidak cukup dengan menghukum kurir atau pelaksana lapangan. Jika hanya berhenti di situ, jaringan akan terus beregenerasi.
 

“Kalau kita hanya menangkap kurir dan ABK, jaringan akan terus tumbuh. Pemberantasan narkoba harus sampai ke akarnya, yakni aktor intelektual dan pemodal besar di baliknya. Tanpa itu, perang terhadap narkoba tidak akan pernah benar-benar dimenangkan,” ujarnya.
 

Ia menekankan pentingnya membongkar aktor intelektual yang selama ini bersembunyi di balik layar dan menikmati keuntungan besar dari peredaran gelap narkotika.
 

Desak Aparat Profesional dan Transparan
 

Komisi III, lanjut Aboe, akan memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus ini. Ia mendorong aparat penegak hukum bekerja profesional, transparan, dan akuntabel.
 

“Komisi III DPR RI tentu akan memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus ini. Kita ingin memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil dan menyeluruh, bukan tebang pilih,” pungkasnya.
 

Pesan politiknya jelas: perang melawan narkoba tak boleh setengah hati. Jika aktor intelektual tak tersentuh, maka dua ton hari ini bisa berubah menjadi lebih besar esok hari.rajamedia

Komentar: