Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Sorot Pajak Ganda: “Negara Jangan Bebani Rakyat!”

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 22 Maret 2026 | 20:08 WIB
nggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo - Humas DPR -
nggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - ISU pajak kembali memanas. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, melontarkan kritik keras terhadap sistem perpajakan yang dinilai masih membebani masyarakat—terutama praktik pajak ganda pada satu objek.
 

Menurutnya, kebijakan fiskal seperti ini bukan hanya soal angka. Tapi soal keadilan.
 

Pajak Ganda Dinilai Cederai Keadilan
 

Firman menegaskan, praktik pajak berulang terhadap satu objek sudah terlalu lama dibiarkan.
 

“Negara seharusnya hadir melindungi rakyat, bukan justru menambah beban melalui kebijakan fiskal yang tidak adil,” tegasnya, Minggu (22/3/2026).
 

Politikus Partai Golkar itu menilai, skema pajak ganda bertentangan dengan prinsip keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
 

Ancaman Kesenjangan dan Turunnya Kepercayaan Publik
 

Lebih jauh, Firman mengingatkan dampak serius jika persoalan ini tidak segera dibenahi.
 

- Kesenjangan ekonomi bisa melebar 

- Ketidakpuasan publik meningkat 

- Kepercayaan terhadap negara menurun 
 

“Kalau ini dibiarkan, kepercayaan publik bisa runtuh,” ujarnya.
 

Desak Revisi UU Pajak: Harus Sederhana dan Adil
 

Firman mendorong pemerintah dan DPR segera melakukan revisi undang-undang perpajakan.
 

Fokusnya jelas:
 

- Penyederhanaan sistem 

- Penghapusan pajak ganda 

- Penguatan asas keadilan dan transparansi 
 

Menurutnya, reformasi pajak tidak bisa lagi ditunda.
 

Transparansi Jadi Kunci
 

Selain soal beban pajak, Firman juga menyoroti pentingnya akuntabilitas.
 

“Setiap rupiah yang dipungut dari rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
 

Ia menegaskan, pajak seharusnya menjadi alat pembangunan—bukan tekanan bagi masyarakat.
 

Sinyal Politik: DPR Siap Gas Revisi
 

Pernyataan Firman dinilai sebagai sinyal kuat bahwa isu keadilan pajak akan menjadi agenda serius di parlemen.
 

Apalagi, pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa telah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) revisi UU sektor keuangan kepada DPR.
 

Langkah ini menjadi pintu masuk pembahasan lebih luas, termasuk potensi revisi aturan perpajakan.
 

Panja Dibentuk, Pembahasan Dimulai
 

DPR dan pemerintah juga telah membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk membahas revisi tersebut.
 

Panja ini dipimpin oleh Muhammad Hekal dari Fraksi Gerindra, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan DPR.
 

Pesan Tegas: Negara Harus Berpihak
 

Di akhir pernyataannya, Firman menegaskan satu hal: negara tidak boleh lagi setengah hati.
 

“Sudah saatnya negara benar-benar berpihak pada rakyat. Keadilan pajak adalah fondasi keadilan sosial,” pungkasnya.
 

Isu pajak kini bukan sekadar teknis fiskal.
Ini soal keadilan—dan kepercayaan rakyat kepada negara.rajamedia

Komentar: