Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Darurat Sampah Tangsel, Komisi VIII DPR Dorong UIN Syarif Hidayatullah Turun Gunung

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 13 Februari 2026 | 12:30 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati Rini Widyastuti - Humas DPR RI -
Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati Rini Widyastuti - Humas DPR RI -

RAJAMEDIA.CO - Tangsel, Legislator - Komisi VIII DPR RI mendorong UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengambil peran strategis dalam membantu penanganan krisis persampahan di Tangerang Selatan. Dorongan itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke UIN Syarif Hidayatullah, Banten.
 

Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati Rini Widyastuti, menilai persoalan sampah di Tangerang Selatan sudah memasuki fase serius dan membutuhkan terobosan berbasis riset serta teknologi.
 

RDF Jadi Solusi, Kampus Diminta Bicara ke Bappenas
 

Haeny menekankan, keterbatasan kapasitas daur ulang harus dijawab dengan inovasi konkret. Ia mendorong agar UIN aktif mengusulkan Tangerang Selatan sebagai wilayah percontohan pengelolaan sampah berbasis Refuse-Derived Fuel (RDF).
 

“Kita tahu Tangerang Selatan sedang darurat persampahan. Saya mendorong UIN bisa menyampaikan ke Bappenas agar masuk program percontohan RDF, sehingga kadar air sampah bisa ditekan dan pengolahan menjadi lebih optimal,” ujarnya kepada Parlementaria, Kamis (12/2/2026).
 

Dari Paving Block hingga Kompos
 

Haeny juga mengapresiasi langkah UIN yang telah memanfaatkan sampah plastik menjadi paving block serta mengembangkan pengolahan kompos. Menurutnya, sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kewirausahaan dan konsep ramah lingkungan perlu terus diperluas.
 

“Kampus punya posisi strategis untuk menjembatani riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
 

Dampak Langsung ke Lingkungan Ciputat
 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, berharap pengelolaan sampah di sekitar kampus, khususnya wilayah Ciputat, bisa menjadi contoh yang dapat direplikasi.
 

“Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, UIN diharapkan memberi dampak nyata ke lingkungan sekitar, termasuk edukasi masyarakat dan penerapan teknologi pengelolaan sampah,” ujarnya.
 

Apresiasi Kinerja RS Haji dan UMKM Kampus
 

Selain isu persampahan, Haeny turut mengapresiasi kinerja UIN dalam mengelola Rumah Sakit Haji yang kini berstatus Rumah Sakit Pendidikan Kelas B. Pendapatan dari berbagai unit usaha, termasuk BLU RS Haji, dilaporkan meningkat signifikan.
 

“Awalnya sekitar Rp600 miliar, per 12 Desember sudah tembus lebih dari Rp1 triliun. Ini patut disyukuri,” ungkapnya.
 

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan perguruan tinggi tak hanya berperan dalam transformasi akademik, tetapi juga kepemimpinan dan kewirausahaan, termasuk pembinaan UMKM sekitar kampus.
 

Perkuat Sertifikasi Halal
 

Haeny juga mendorong UIN memperkuat kerja sama dengan BPJPH melalui nota kesepahaman. Langkah ini dinilai penting untuk melahirkan tenaga ahli tersertifikasi sekaligus mempercepat penerbitan sertifikat halal bagi pelaku UMKM.
 

“Sinergi ini penting untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan sertifikasi halal,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: