Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BAZNAS Perkuat Bantuan untuk Palestina, Al-Habbash Ungkap Krisis Kemanusiaan di Gaza

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 25 September 2026 | 14:03 WIB
BAZNAS perkuat bantuan untuk Palestina - Foto: Ilustrasi BAZNAS/RMN -
BAZNAS perkuat bantuan untuk Palestina - Foto: Ilustrasi BAZNAS/RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Ketua Komite Bantuan Kepresidenan Negara Palestina, H.E. Mahmoud Sidqi Al-Habbash, mengungkap kondisi kemanusiaan yang masih sangat berat di Palestina. Ia menyebut jutaan warga, khususnya di Jalur Gaza, menghadapi keterbatasan pangan, air bersih, layanan kesehatan, listrik, hingga kebutuhan dasar lainnya.
 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lanjutan tentang Kerja Sama Penyediaan Bantuan Kemanusiaan dan Sosial untuk Negara Palestina di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Al-Quds H.E. Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdulfattah A.K. Al-Sattiri.
 

Jutaan Warga Gaza Kehilangan Akses Kebutuhan Dasar
 

Al-Habbash mengatakan masyarakat Palestina masih menghadapi situasi kemanusiaan yang sangat berat akibat konflik berkepanjangan.
 

“Rakyat Palestina saat ini sedang menghadapi perang genosida dan mengalami kondisi kemanusiaan yang sangat berat akibat perang ini,” jelas Al-Habbash.
 

Ia mengatakan eskalasi krisis telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan menyebabkan banyak warga kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok.

“Saat ini lebih dari dua juta jiwa di Jalur Gaza hidup tanpa makanan yang cukup, tanpa air minum yang layak, tanpa pengobatan, tanpa listrik, dan tanpa layanan dasar,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan di Gaza tetap menjadi perhatian utama dalam kerja sama antara Palestina dan lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia.
 

Krisis Juga Terjadi di Tepi Barat
 

Al-Habbash menegaskan persoalan kemanusiaan tidak hanya terjadi di Jalur Gaza. Menurutnya, masyarakat Palestina di Tepi Barat juga menghadapi berbagai persoalan, termasuk kekerasan, kerusakan kamp pengungsian serta hambatan terhadap akses ibadah di Masjid Al-Aqsa.
 

Karena itu, ia menilai bantuan kemanusiaan perlu terus diupayakan secara bersama-sama, mulai dari penyediaan makanan, air bersih, layanan pengobatan, pendidikan hingga fasilitas hunian darurat.
 

MoU dengan BAZNAS Diharapkan Perkuat Penyaluran Bantuan
 

Kerja sama lanjutan antara Palestina dan BAZNAS RI diharapkan dapat memperkuat mekanisme penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia kepada warga Palestina.
 

Al-Habbash berharap bantuan yang disalurkan dapat berlangsung secara cepat, tepat sasaran dan tetap terjaga manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pihaknya juga memastikan akan ikut mengawasi pelaksanaan bantuan agar dapat diterima oleh masyarakat Palestina.


“Kami berharap dukungan Indonesia dan kerja sama kemanusiaan melalui BAZNAS dapat terus berlanjut hingga terwujudnya kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
 

Komitmen BAZNAS terhadap bantuan untuk Palestina juga terus berjalan. Pada September 2026, BAZNAS bersama LAZ Muhajir misalnya telah mendistribusikan 3.000 porsi makanan siap saji kepada warga dan keluarga pengungsi di sejumlah wilayah Jalur Gaza. 
 

Selain bantuan pangan, BAZNAS juga menjalankan program kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Palestina. Pada September 2026, BAZNAS bersama Kemdiktisaintek membuka program beasiswa bagi 200 mahasiswa asal Palestina untuk menempuh pendidikan magister di 33 perguruan tinggi mitra di Indonesia. 
 

Al-Habbash Apresiasi Dukungan Indonesia
 

Dalam kesempatan tersebut, Al-Habbash juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Indonesia terhadap Palestina, termasuk sikap Presiden Prabowo Subianto.
 

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk solidaritas yang mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat Palestina.
 

Ia kemudian menyampaikan salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia.


“Salam dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan juga dari rakyat Palestina kepada Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan juga kepada rakyat Indonesia,” ujar Al-Habbash.
 

Kerja sama kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina melalui BAZNAS diharapkan terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk bantuan darurat, tetapi juga program kesehatan, pendidikan dan dukungan sosial yang berkelanjutan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: