Ace Hasan Bawa P4N LXX Lemhannas ke Jateng, Ketahanan Energi Jadi Fokus
Laporan: Firman
Rabu, 09 September 2026 | 20:18 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily mengantar peserta P4N LXX Lemhannas RI Tahun 2026 melaksanakan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) ke Provinsi Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). - Ist/RMN -
RAJAMEDIA.CO — Semarang — Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily mengantar peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX Lemhannas RI Tahun 2026 melaksanakan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) ke Provinsi Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).
Rombongan diterima Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi bersama perwakilan Kodam IV/Diponegoro, Polda Jawa Tengah dan jajaran OPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
SSDN P4N LXX mengangkat tema “Memperkuat Ketahanan Energi dengan Optimalisasi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan untuk Ketahanan Nasional.”
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan melihat langsung sejumlah proyek energi di Jawa Tengah, termasuk pengembangan panas bumi, energi surya, pengolahan sampah menjadi energi, serta berbagai sumber energi alternatif lainnya.
Lokasi studi mencakup wilayah Surakarta, Klaten, Wonosobo dan Banjarnegara.
Jawa Tengah Jadi Lokus Studi
Ace Hasan menilai Jawa Tengah relevan menjadi lokasi studi strategis Lemhannas karena dinilai konsisten melakukan berbagai langkah nyata dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).
“Kami memandang penting menjadikan Jawa Tengah sebagai lokus studi Lemhannas, karena telah menyelenggarakan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Ace Hasan.
Menurutnya, ketahanan energi merupakan bagian penting dari ketahanan nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika harga energi dunia.
Potensi geotermal, tenaga surya dan pengolahan sampah dinilai perlu terus dikembangkan untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.
Kajian Lemhannas Jadi Masukan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik kegiatan SSDN tersebut. Ia berharap hasil kajian Lemhannas dapat menjadi masukan untuk memperkuat program energi yang telah berjalan di Jawa Tengah.
“Rekomendasi dari hasil studi tersebut akan dikembalikan kepada kami untuk menjadi bahan evaluasi secara komprehensif,” ucap Luthfi usai menerima peserta SSDN di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/9/2026).
Jawa Tengah saat ini terus mengembangkan sejumlah sumber energi alternatif, mulai dari tenaga surya, panas bumi atau geotermal, hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Dorong Kebijakan Energi Berkelanjutan
Luthfi mengatakan berbagai program yang telah berjalan akan terus dievaluasi. Rekomendasi dari Lemhannas diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program energi berikutnya.
“Program yang sudah berjalan akan kami evaluasi. Kami menunggu rekomendasi dari Lemhannas untuk menjadi dasar pengembangan lebih lanjut,” ucapnya.
Melalui SSDN ini, Lemhannas berharap proses pembelajaran langsung di daerah dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif untuk memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mendukung ketahanan nasional.