Waspada! Pertemuan Prabowo-Netanyahu di Rapat Perdana BoP akan Jadi Bahan Propaganda Israel
RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Jelang pelaksanaan rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang akan digelar di Amerika Serikat pada 19 Februari 2026 mendatang, mantan Wakil Menlu RI Dino Patti Djalal mewanti-wanti para delegasi Indonesia yang akan mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini terutama setelah resminya Israel bergabung ke lembaga internasional yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut.
Karena, dia yakin foto momen pertemuan terutama ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersalaman dengan Presiden Prabowo akan benar-benar dimanfaatkan oleh pihak Israel sebagai bagian dari propoganda.
"Kalau Netanyahu hadir dalam inaugural meeting BoP di DC tanggal 19 Februari, maka yang paling diincar oleh media Israel adalah foto Presiden Prabowo bersalaman dengan PM Netanyahu. Foto ini akan menjadi bahan propaganda Israel yang luar biasa. Semoga situasi yang sangat sulit ini bisa dipahami dan disiasati delegasi," jelas Dino di akun X-nya (Jumat, 13/2).
Dalam unggahannya, dia memang tidak menjelaskan kenapa foto kedua pemimpin negara itu paling diincar oleh media Israel. Tapi kuat dugaan hal ini terkait dengan upaya Israel yang terus mendekati Indonesia agar membuka hubungan diplomatik dengan Zionis tersebut.
Sikap Indonesia sendiri sudah jelas tidak akan mengakui Israel selama Palestina belum merdeka.
Pengaruh Israel di BoP
Sementara di awal postingannya, Dino Patti Djalal juga menyoroti kecerdikan Israel yang baru belakangan bergabung ke BoP setelah 27 negara lainnya lebih dahulu melakukannya. Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat ini juga menilai Israel akan memiliki pengaruh besar terhadap Trump, selaku penggagas dan Ketua lembaga dunia tersebut.
"Partisipasi Israel dalam BoP is always a question of 'when' not 'if'. PM Netanyahu dengan cerdik menunggu keanggotaan BoP padat dulu, baru masuk belakangan. Dapat dipastikan, dalam BoP, Israel akan menjadi negara yang paling berpengaruh terhadap Trump," cuitnya.
Sikap Resmi Indonesia
Pihak Indonesia sendiri sebelumnya sudah angkat bicara mengenai masuknya Israel ke dalam Board of Peace. Kemlu menegaskan prinsip RI untuk menghentikan kekerasan di Gaza, Palestina, tak akan berubah.
"Kehadiran Indonesia di Board of Peace (BoP) tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara mana pun. Keikutsertaan didasarkan pada mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina, sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025)," kata juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).
Yvonne mengatakan keikutsertaan negara mana pun dalam Board of Peace tak akan mengubah prinsip RI. Kemlu menegaskan Indonesia mengecam pelanggaran hukum internasional dan mengedepankan realisasi solusi dua negara.
"Keanggotaan negara mana pun dalam BoP tidak mengubah posisi prinsip tersebut. Di BoP maupun di semua forum yang ada, Indonesia sejak awal menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil, mengecam pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional yang terjadi di Gaza, akses bantuan kemanusiaan, serta realisasi solusi dua negara," ujarnya.
Pihaknya memandang keterlibatan para pihak yang berkonflik juga bagian dari proses menuju perdamaian. Indonesia juga mendorong keterlibatan Palestina demi menciptakan hak dasar hingga kepentingan warga di sana.
"Dalam konteks tersebut, Indonesia melihat pentingnya keterlibatan para pihak yang berkonflik sebagai bagian dari proses menuju perdamaian," ujar Yvonne.
"Indonesia oleh karenanya akan memanfaatkan keanggotaan di BoP untuk juga aktif mendorong keterlibatan Otoritas Palestina dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina dan menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina, serta mendorong terwujudnya solusi dua negara," tandasnya.![]()
Olahraga 5 hari yang lalu
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
