Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Tutup KPPD Angkatan IV, Ace Hasan: Ketahanan Daerah Adalah Bagian Integral Ketahanan Nasional

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 12 September 2026 | 14:13 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. resmi menutup Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (11/9/2026). - Foto: Dok. Lemhannas/RMN -
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. resmi menutup Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (11/9/2026). - Foto: Dok. Lemhannas/RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta –  Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. resmi menutup Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
 

Dalam sambutannya, Ace menegaskan bahwa kepala daerah tidak cukup hanya memahami tata kelola pemerintahan. Mereka harus mampu melihat daerah sebagai bagian dari sistem nasional sekaligus memahami dinamika lingkungan strategis global.
 

Kepala Daerah Harus Berpikir Strategis
 

Ace mengatakan, KPPD dirancang untuk memperluas perspektif para kepala daerah dalam menjalankan kepemimpinan.

“Saudara tidak hanya diajak memahami bagaimana mengelola pemerintahan daerah, tetapi juga bagaimana melihat daerah dalam perspektif yang lebih luas, bahwa daerah sebagai bagian integral dari sistem nasional dan sebagai bagian dari dinamika lingkungan strategis global,” tegas Ace.
 

Menurutnya, ketahanan daerah tidak dapat dipisahkan dari ketahanan nasional. Karena itu, kebijakan pembangunan daerah harus memiliki keterkaitan dengan kepentingan nasional dan perkembangan lingkungan strategis.
 

9 Hari Dibekali Wawasan Kebangsaan hingga Kepemimpinan
 

KPPD Angkatan IV berlangsung selama sembilan hari dengan materi yang mencakup wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, kepemimpinan, serta kemampuan teknokratik dalam pelayanan publik.
 

Para peserta juga mendapatkan pembelajaran secara daring dari Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore, serta mengikuti praktik lapangan di BPSDM Kementerian Dalam Negeri RI.
 

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepala daerah agar mampu menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
 

23 Kepala Daerah Ikuti KPPD Angkatan IV
 

KPPD Angkatan IV diikuti 23 kepala daerah, terdiri atas 18 bupati dan 5 wali kota dari berbagai wilayah Indonesia.

Mereka antara lain berasal dari Raja Ampat, Sorong, Asmat, Waropen, Tolikara, Fakfak, Bangkalan, Magetan, Bulungan, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Seram Bagian Barat, Simalungun, Siak, Kolaka, Konawe Selatan, Wakatobi, Sumba Timur, serta Kota Tual, Pematangsiantar, Kupang, Banjarbaru, dan Banjarmasin.
 

Keberagaman daerah peserta tersebut mencerminkan tantangan pemerintahan yang berbeda-beda, mulai dari wilayah kepulauan, perbatasan, perkotaan hingga daerah dengan karakter sosial dan ekonomi yang khas.
 

Cetak Pemimpin Daerah Berjiwa Negarawan
 

Ace berharap KPPD tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis pemerintahan. Lebih dari itu, kursus tersebut diharapkan melahirkan kepala daerah yang memiliki karakter negarawan dan orientasi kuat terhadap kepentingan rakyat.
 

Kepala daerah dituntut memiliki kemampuan memimpin dengan perspektif strategis, berpikir jauh ke depan, serta mampu mengembangkan daerah secara inovatif.
 

“Kita ingin daerah-daerah di Indonesia maju, modern, inovatif, dan mampu berkompetisi secara global, tetapi tetap memiliki jati diri Indonesia,” jelas Ace.
 

Wawasan Global Harus Diperkuat Karakter Kebangsaan
 

Ace menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan global dan karakter kebangsaan.
 

Menurutnya, keterbukaan terhadap perkembangan dunia harus diikuti dengan semakin kuatnya identitas Indonesia.

“Semakin luas wawasan global kita, semakin kuat pula karakter kebangsaan yang harus kita miliki,” tegasnya.
 

Pesan tersebut menjadi penting bagi kepala daerah karena persaingan antarwilayah kini tidak lagi terbatas dalam konteks nasional. Daerah dituntut mampu berinovasi dan berkompetisi secara global, namun tetap berpijak pada kepentingan masyarakat dan nilai-nilai kebangsaan.
 

Ketahanan Daerah Menjadi Fondasi Ketahanan Nasional
 

Bagi Lemhannas, penguatan kapasitas kepala daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional dari tingkat daerah.
 

Daerah yang memiliki pemerintahan efektif, pelayanan publik berkualitas, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan membaca perubahan lingkungan strategis akan memiliki fondasi ketahanan yang lebih kokoh.
 

Karena itu, kepala daerah tidak hanya dituntut menjadi administrator pemerintahan, tetapi juga pemimpin strategis yang mampu menghubungkan kepentingan daerah dengan kepentingan nasional.
 

Sejumlah Pejabat Hadir
 

Penutupan KPPD Angkatan IV turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol Tomsi Tohir, Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center Filda C. Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D., serta Deputi PPNK Lemhannas RI Mayjen TNI Raden Djaenudin Slamet, S.E.

Hadir pula Plt. Kepala BPSDM Kemendagri Dr. Drs. Andi Ony Prihartono, M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri Herny Ika S. Hutauruk, M.Si., Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV KPK Edi Suryanto, serta jajaran pejabat struktural Lemhannas RI.
 

Penutupan KPPD Angkatan IV sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pembekalan bagi 23 kepala daerah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.
 

Harapannya, ilmu dan perspektif yang diperoleh selama kursus dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata: daerah semakin maju, pelayanan publik semakin baik, inovasi semakin kuat, dan ketahanan nasional semakin kokoh.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: