Tinjau Dapur MBG, Andre Rosiade Puji Langkah BGN Berantas Kebocoran
RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Anggota DPR RI Andre Rosiade menilai langkah evaluasi dan pembenahan yang dilakukan Badan Gizi Nasional terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas layanan sekaligus mencegah potensi kebocoran anggaran.
Menurut Andre, berbagai perubahan kebijakan yang diterapkan BGN menjadi bukti bahwa program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto tersebut terus disempurnakan agar semakin tepat sasaran dan akuntabel.
Dapur MBG Dinilai Sudah Jalankan SOP
Pernyataan itu disampaikan Andre usai meninjau salah satu dapur MBG di Pekanbaru bersama Wali Kota Agung Nugroho, Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Andre melihat langsung operasional dapur dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan BGN.
"Kalau menurut kami, dapur ini sudah memiliki standar SOP yang ditetapkan oleh BGN. Kami juga mendengar bahwa berbagai pembenahan dan program perbaikan sudah dilakukan," ujar Andre.
Ia menilai pengelola dapur mulai menerapkan sejumlah kebijakan baru yang lahir dari hasil evaluasi internal BGN untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Libur Sekolah, Operasional Dapur Dihentikan Sementara
Andre menjelaskan, salah satu perubahan yang diterapkan adalah penghentian sementara operasional dapur MBG selama masa libur sekolah.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah penyesuaian yang dilakukan BGN agar pelaksanaan program lebih efektif dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Selama masa libur sekolah, distribusi makanan kepada siswa maupun kelompok penerima manfaat lainnya tidak dilakukan hingga kegiatan belajar kembali berlangsung.
Skema Insentif Diubah
Selain penyesuaian operasional, BGN juga melakukan perubahan pada sistem insentif bagi pengelola dapur.
Jika sebelumnya terdapat insentif tetap selama masa libur sekolah, kini mekanisme tersebut dihapus. Pemberian insentif akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur.
Menurut Andre, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola program agar lebih efisien dan transparan.
Audit Menyeluruh Pastikan Kepatuhan SOP
Politikus Partai Gerindra itu juga mengungkapkan bahwa BGN akan memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG di berbagai daerah.
Audit dilakukan guna memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar operasional prosedur serta mengidentifikasi potensi masalah yang perlu diperbaiki.
"BGN terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelaksanaan program semakin baik dari waktu ke waktu," katanya.
Fokus Wilayah 3T dan Kelompok Rentan
Andre menjelaskan, saat ini BGN juga melakukan refocusing program dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B yang dinilai memiliki kebutuhan gizi lebih tinggi.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus memperluas manfaat program kepada kelompok yang paling membutuhkan.
Responsif terhadap Aspirasi Publik
Andre menambahkan, BGN juga tengah melakukan audit dan investigasi terhadap sejumlah dapur yang diduga bermasalah sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan.
Ia menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat.
"Ini menunjukkan pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan aspirasi publik. Karena itu dilakukan evaluasi dan perbaikan besar-besaran agar ke depan tidak ada lagi kebocoran, program lebih tepat sasaran, dan tata kelolanya lebih transparan," ujarnya.
Masyarakat Masih Menginginkan MBG Berlanjut
Dalam kunjungan ke Pekanbaru, Andre juga menyerap aspirasi langsung dari masyarakat penerima manfaat program MBG.
Hasilnya, ia menemukan dukungan yang cukup kuat agar program tersebut terus dilanjutkan.
Temuan itu, kata Andre, sejalan dengan aspirasi yang selama ini ia dengar dari masyarakat di daerah pemilihannya di Sumatera Barat.
"Kita ingin mendengarkan suara masyarakat dan melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai realita berbeda dengan persepsi atau opini yang berkembang. Yang saya temukan, masyarakat memang menginginkan MBG ini dilanjutkan," pungkasnya.![]()
Olahraga | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu