Isu Keretakan Jokowi dengan Prabowo dibantah Partai Golkar
![Isu Keretakan Jokowi dengan Prabowo dibantah Partai Golkar Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto. [Foto: Repro]](https://rajamedia.co/storage/001/2024/08/isu-keretakan-jokowi-dengan-prabowo-dibantah-partai-golkar-28082024-122735.jpg)
RAJAMEDIA.CO - Polhukam, Jakarta - Kabar adanya keretakan hubungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan presiden terpilih Prabowo Subianto dibantah partai koalisi, Partai Golkar.
Keretakan terlihat setelah Golkar memilih tak sejalan dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Pilkada Banten.
Golkar menarik dukungannya terhadap Andra Soni dalam pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Banten. Golkar beralih untuk kembali mengusung Airin Rachmi Diany yang berpasangan dengan Ade Sumardi dari PDIP.
Politisi Partai Golkar Dave Laksono membantah adanya keretakan antara Jokowi dan Prabowo akibat langkah politik yang diambil partai berlambang pohon beringin itu.
"Nggak ada itu (keretakan hubungan Jokowi-Prabowo),” ujar Dave mengutip Media Indonesia, Selasa (28/8).
Dikatakan Dave, hubungan Golkar dengan Prabowo dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) baik-baik saja, meski beda dukungan di Banten.
"Hubungan kami dengan KIM sangat baik,” terang Dave.
Senada, Ketua Umum Kelompok Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan para ketua umum partai politik pendukung koalisi pemerintah masih solid.
Ini dibuktikan dengan para menteri yang berstatus ketua umum partai politik masih mengikuti rapat kabinet bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/8).
"Ini rapat kabinet masih full team. Ya solid. Walaupun tanya saja ke partai. Kan 10 tahun ini apa sih yang Pak Jokowi lakukan. Pikiran dan tindakan Pak Jokowi. Indonesia di bawah Pak Jokowi 10 tahun banyak kemajuan," ujar Budi Arie.
Parlemen | 5 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Gaya Hidup | 5 hari yang lalu
Peristiwa | 2 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
Info Haji | 5 hari yang lalu
Dunia | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu