Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

IKALUIN Award 2026: Prof. Oman Fathurahman, Penjaga Warisan Manuskrip Islam Nusantara

Laporan: Firman
Minggu, 21 Juni 2026 | 21:40 WIB
Prof. Dr. Oman Fathurahman M. Hum, peraih penghargaan IKALUIN Award 2026 Kategori Pemikiran Keagamaan - RMN -
Prof. Dr. Oman Fathurahman M. Hum, peraih penghargaan IKALUIN Award 2026 Kategori Pemikiran Keagamaan - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Ciputat – Dedikasi panjang dalam merawat, meneliti, dan menghidupkan kembali khazanah manuskrip Islam Nusantara mengantarkan Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum. meraih IKALUIN Award 2026 Kategori Pemikiran Keagamaan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mengembangkan studi keislaman dan melestarikan memori intelektual bangsa. 
 

Profesor Oman dikenal sebagai salah satu akademisi Indonesia yang konsisten menjembatani masa lalu dan masa depan melalui manuskrip-manuskrip Islam Nusantara yang selama berabad-abad tersimpan di berbagai daerah.
 

Menelusuri Jejak Intelektual Ulama Nusantara
 

Lahir di Kuningan, Jawa Barat, Oman Fathurahman menapaki jalan akademik dari Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga menjadi salah satu pakar filologi terkemuka di Indonesia.

Ia mendedikasikan hidupnya untuk menelusuri, merawat, dan mengkaji manuskrip-manuskrip Islam Nusantara yang menyimpan warisan pemikiran para ulama, cendekiawan, dan tokoh agama terdahulu. 
 

"Manuskrip bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya tersimpan pengetahuan, kebijaksanaan, dan pengalaman peradaban yang masih relevan untuk menjawab tantangan zaman," ujar Oman dalam berbagai kesempatan akademik.
 

Mengembangkan Gagasan Filologi Plus
 

Salah satu kontribusi penting Oman adalah pengembangan konsep Filologi Plus, sebuah pendekatan yang tidak hanya membaca teks sebagai artefak sejarah, tetapi juga menggali konteks, makna, dan relevansinya bagi kehidupan masyarakat modern. 
 

Melalui pendekatan tersebut, manuskrip tidak lagi dipandang sebagai dokumen kuno yang tersimpan di rak-rak perpustakaan, melainkan sebagai sumber pengetahuan yang hidup dan dapat memberi inspirasi bagi generasi masa kini.
 

Jembatani Masa Silam dan Masa Depan
 

Melalui berbagai penelitian, publikasi ilmiah, dan program Ngariksa, Oman aktif memperkenalkan manuskrip kepada masyarakat luas.
 

Ia juga menjadi motor penggerak berbagai upaya penyelamatan dan digitalisasi manuskrip melalui program DREAMSEA yang melibatkan jejaring internasional di kawasan Asia Tenggara. 
 

Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan warisan intelektual Nusantara tetap terjaga dan dapat diakses oleh generasi mendatang.
 

Apresiasi atas Kontribusi Pemikiran Keagamaan
 

Panitia IKALUIN Award 2026 menilai Prof. Oman Fathurahman berhasil menghadirkan wajah baru studi keislaman yang menghubungkan tradisi, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan pemikiran keagamaan serta menggerakkan literasi manuskrip Islam Nusantara dan Asia Tenggara, IKALUIN Award 2026 Kategori Pemikiran Keagamaan dianugerahkan kepada Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum. 
 

"Manuskrip adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. Tugas kita bukan hanya menyimpannya, tetapi juga menghadirkan kembali hikmah yang terkandung di dalamnya untuk kemaslahatan umat dan bangsa." – Prof. Oman Fathurahman.rajamedia

Komentar: