Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

CATATAN REDAKSI: Purbaya Diganti, Suahasil Nazara Bisa Apa?

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 16 September 2026 | 06:22 WIB
CATATAN REDAKSI: Purbaya Diganti, Suahasil Nazara Bisa Apa? - RMN -
CATATAN REDAKSI: Purbaya Diganti, Suahasil Nazara Bisa Apa? - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar pergantian nama di kursi bendahara negara. Ketika Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara, publik tentu layak bertanya: apa yang ingin dicapai pemerintah dari perubahan ini?
 

Suahasil bukan orang baru di Kementerian Keuangan. Ia pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Artinya, ia memahami dapur fiskal negara, mekanisme APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah, hingga dinamika kebijakan ekonomi.
 

Tetapi justru karena bukan orang baru, pertanyaannya menjadi lebih menarik.
 

Apakah Suahasil akan meneruskan kebijakan Purbaya, melakukan koreksi, atau membawa arah baru?
 

Bukan Sekadar Ganti Menteri
 

Pergantian Menkeu terjadi ketika APBN menghadapi tuntutan besar. Pemerintah harus menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan penerimaan negara, membiayai program prioritas Presiden Prabowo, sekaligus memastikan defisit tetap terkendali.
 

Di sisi lain, dunia ekonomi tidak sedang sederhana. Ketidakpastian global, perang dagang, gejolak harga komoditas, tekanan nilai tukar dan perubahan arah investasi membuat Menteri Keuangan tidak bisa hanya menjadi penjaga kas negara.
 

Menkeu harus mampu menjadi arsitek kebijakan fiskal.
 

Di sinilah ujian pertama Suahasil.
 

Suahasil Punya Pengalaman, Tapi Publik Menunggu Terobosan
 

Modal pengalaman tentu penting. Namun pengalaman saja tidak cukup.
 

Suahasil harus membuktikan bahwa ia mampu menerjemahkan kebijakan fiskal menjadi sesuatu yang terasa di tengah masyarakat.
 

APBN bukan sekadar angka triliunan rupiah. Di balik angka itu ada sekolah, rumah sakit, lapangan pekerjaan, pembangunan infrastruktur, subsidi, perlindungan sosial, hingga program prioritas pemerintah.
 

Karena itu, ukuran keberhasilan Suahasil bukan hanya apakah defisit APBN tetap di bawah 3 persen.
 

Pertanyaan yang lebih penting: apakah APBN semakin sehat sekaligus semakin berdampak?
 

Penerimaan Negara Jadi Pekerjaan Rumah Besar
 

Salah satu tantangan terbesar adalah memperkuat penerimaan negara.
 

Negara membutuhkan ruang fiskal yang cukup untuk menjalankan agenda pembangunan. Tetapi meningkatkan penerimaan tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru menekan dunia usaha dan masyarakat.
 

Suahasil perlu menemukan keseimbangan: penerimaan naik, ekonomi tetap bergerak, investasi tumbuh dan daya beli masyarakat terlindungi.
 

Ini bukan pekerjaan mudah.
 

Apalagi pemerintah juga memiliki agenda besar yang membutuhkan pembiayaan berkelanjutan.
 

Efisiensi Jangan Berhenti pada Pemotongan Anggaran
 

Suahasil sebelumnya menekankan bahwa efisiensi bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan bagaimana setiap rupiah menghasilkan manfaat yang lebih besar.
 

Pandangan ini menarik.
 

Sebab persoalan APBN bukan hanya berapa besar uang yang dibelanjakan, tetapi seberapa besar manfaat yang dihasilkan dari uang tersebut.
 

Jika Rp1 triliun dibelanjakan, pertanyaannya bukan sekadar terserap atau tidak.
 

Pertanyaannya: apa hasilnya bagi rakyat?
 

Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan
 

Suahasil memiliki pengalaman birokrasi dan akademik yang kuat. Tetapi kursi Menteri Keuangan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknokratis.
 

Ia harus mampu berkomunikasi dengan Presiden, kementerian lain, DPR, dunia usaha, investor dan masyarakat.
 

Ia juga harus berani mengambil keputusan ketika kepentingan fiskal bertemu dengan kepentingan politik dan ekonomi.
 

Di situlah kepemimpinan seorang Menkeu benar-benar diuji.
 

Purbaya Pergi, Standar Kinerja Tetap Tinggi
 

Pergantian menteri tidak otomatis menghapus persoalan yang sebelumnya dihadapi.
 

Purbaya meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah. Suahasil datang membawa tanggung jawab untuk menjawabnya.
 

Publik tidak membutuhkan sekadar Menkeu baru.
 

Publik membutuhkan kebijakan fiskal baru yang lebih efektif, transparan dan berdampak.
 

Maka pertanyaan “Suahasil Nazara bisa apa?” bukanlah bentuk keraguan semata.
 

Ini adalah pertanyaan publik kepada seorang Menteri Keuangan baru:
 

Bisakah ia membuat APBN lebih sehat, penerimaan lebih kuat, ekonomi lebih bergerak, dan uang negara benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata?
 

Jawabannya tidak cukup dengan pidato.
 

Waktu dan kinerja yang akan membuktikannya.
 

CATATAN REDAKSI RAJA MEDIA
Purbaya diganti. Suahasil datang. Kini publik menunggu hasil.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: