Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo di KTT BRICS: Ketahanan Pangan Fondasi Kekuatan dan Kemandirian Bangsa

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 13 September 2026 | 05:09 WIB
Presiden RI Prabowo Subiato saat menghadiri sesi terbatas KTT ke-18 BRICS di India - BPMI Setpres -
Presiden RI Prabowo Subiato saat menghadiri sesi terbatas KTT ke-18 BRICS di India - BPMI Setpres -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama kekuatan dan kemandirian sebuah bangsa.
 

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas KTT ke-18 BRICS di India, yang membahas penguatan tata kelola global yang inklusif serta kerja sama multilateral.
 

Bagi Prabowo, kekuatan bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh posisi di panggung global, tetapi harus dibangun dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya.
 

Kekuatan Bangsa Dimulai dari Dalam Negeri
 

Presiden menekankan, ketahanan pangan harus ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi membangun bangsa yang tangguh.
 

Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat menjadi salah satu ukuran penting kemandirian nasional. Hal itu berjalan beriringan dengan jaminan energi, pendidikan, dan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.


“Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera,” kata Prabowo dalam keterangan Sekretariat Presiden, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
 

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan ketahanan nasional tidak bisa dilepaskan dari kemampuan negara memastikan kebutuhan paling mendasar masyarakat terpenuhi.
 

Pangan dan Kesejahteraan Berjalan Bersama
 

Prabowo menilai ketahanan pangan tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan menyediakan bahan makanan.
 

Lebih jauh, ketahanan pangan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ketika kebutuhan dasar masyarakat terjamin, negara memiliki fondasi yang lebih kuat untuk membangun kemandirian ekonomi dan menghadapi berbagai tantangan global.
 

Karena itu, kebijakan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari produksi pertanian, distribusi, energi, pendidikan hingga penguatan ekonomi masyarakat.
 

Persatuan Menjadi Kekuatan Bangsa
 

Selain ketahanan pangan, Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa.
 

Menurutnya, kemandirian nasional hanya dapat dibangun apabila masyarakat dan seluruh komponen bangsa bergerak dalam satu kekuatan.


“Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri. Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo.
 

Pernyataan tersebut menempatkan persatuan sebagai modal sosial yang tidak kalah penting dari kekuatan ekonomi dan sumber daya alam.
 

Indonesia Dorong Kerja Sama Konkret di BRICS
 

Sesi bertajuk Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-18 BRICS.
 

Para pemimpin negara anggota BRICS membahas upaya memperkuat tata kelola global yang lebih inklusif sekaligus memperkokoh kerja sama multilateral.
 

Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong kerja sama konkret di sejumlah sektor strategis, khususnya ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan ekonomi.
 

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi negara-negara anggota dalam menghadapi tantangan global, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
 

Dari Ketahanan Pangan Menuju Kedaulatan Nasional
 

Pesan Prabowo di forum BRICS membawa isu pangan ke dalam konteks yang lebih luas: kedaulatan nasional.
 

Ketika sebuah negara mampu memenuhi kebutuhan pangannya, menjamin energi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan membuka kesempatan ekonomi bagi rakyatnya, fondasi kemandirian bangsa semakin kuat.
 

Bagi Indonesia, agenda tersebut menjadi semakin strategis di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang terus berubah.
 

Ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar persoalan produksi dan konsumsi. Ia adalah bagian dari strategi membangun bangsa yang kuat, mandiri, dan berdaulat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: