Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri, Kesejahteraan Rakyat Tujuan Akhir

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Prsiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). - BPMI Setpres -
Prsiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). - BPMI Setpres -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus semakin mandiri secara ekonomi di tengah ketidakpastian global yang diwarnai konflik geopolitik, perang dagang, hingga gangguan rantai pasok dunia.
 

Menurut Prabowo, ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri harus terus dikurangi. Kemandirian menjadi benteng agar Indonesia tetap mampu bertahan apabila kondisi global berubah secara tiba-tiba.
 

“Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar, karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita tetap harus survive,” ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

 

Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

Di tengah tekanan perekonomian dunia, Prabowo menyebut ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif.
 

Salah satu indikatornya terlihat dari realisasi investasi. Sepanjang 2025, investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp1.931 triliun dan disebut mampu menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
 

Tren tersebut berlanjut pada 2026.
 

Pada semester pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun, dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
 

Capaian itu dinilai menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
 

Prabowo: Pertumbuhan Tertinggi dalam 13 Tahun
 

Selain investasi, Prabowo menyoroti laju pertumbuhan ekonomi nasional.
 

Menurut data yang disampaikan Presiden, ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tumbuh 5,61 persen, sementara pertumbuhan pada semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen.
 

“Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini,” ungkap Prabowo.
 

Dengan capaian tersebut, Kepala Negara optimistis momentum pertumbuhan ekonomi dapat terus dijaga hingga penghujung 2026.
 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
 

Prabowo bahkan meyakini Indonesia memiliki peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.
 

Target tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kebijakan ekonomi yang tepat, rasional, serta mampu menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia.
 

Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pemerintahan.
 

Prabowo menegaskan angka pertumbuhan harus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
 

“Pertumbuhan dan Investasi Bukan Tujuan Akhir”
 

Di hadapan anggota MPR, DPR dan DPD RI, Prabowo memberikan penekanan khusus bahwa investasi dan pertumbuhan ekonomi hanyalah instrumen untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
 

“Tetapi saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” tegas Prabowo.
 

Pernyataan itu sekaligus menegaskan arah kebijakan ekonomi pemerintahannya.
 

Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi tidak akan memiliki arti apabila hasilnya tidak dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang berada di lapisan ekonomi paling bawah.
 

Kesejahteraan Rakyat Jadi Ukuran
 

Karena itu, pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk dan pertumbuhan ekonomi yang tercipta mampu menghasilkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kesejahteraan rakyat.
 

Prabowo menegaskan pemerintahannya tidak hanya mengejar angka-angka makroekonomi yang terlihat baik di atas kertas.
 

Manfaat pembangunan harus benar-benar sampai kepada masyarakat.
 

“Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin,” ucapnya.
 

Mandiri untuk Hadapi Gejolak Dunia
 

Pesan kemandirian ekonomi menjadi salah satu penekanan penting Prabowo di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global.
 

Konflik antarnegara, perang dagang, hingga terganggunya rantai pasok dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian nasional apabila Indonesia terlalu bergantung kepada negara lain.
 

Karena itu, kemampuan memenuhi kebutuhan strategis dari dalam negeri menjadi semakin penting.
 

Bagi Prabowo, ekonomi yang tumbuh harus dibarengi dengan fondasi nasional yang kuat dan kemandirian yang semakin besar.
 

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa tinggi ekonomi tumbuh atau seberapa besar investasi masuk.
 

Ukuran sesungguhnya adalah seberapa jauh pertumbuhan tersebut mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: