Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove, Perkuat Cegah Karhutla

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 26 September 2026 | 05:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengundang lebih dari 20 peneliti dan ahli gambut dari berbagai lembaga serta perguruan tinggi di  Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). - Foto: Dok. Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto mengundang lebih dari 20 peneliti dan ahli gambut dari berbagai lembaga serta perguruan tinggi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). - Foto: Dok. Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengundang lebih dari 20 peneliti dan ahli gambut dari berbagai lembaga serta perguruan tinggi untuk berdiskusi mengenai pengelolaan lahan gambut, mangrove, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendapatkan masukan berbasis ilmu pengetahuan dalam menangani persoalan gambut yang kompleks dan berulang.
 

Prabowo Tegaskan Hormat kepada Para Pakar
 

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa masukan dari para pakar menjadi bagian penting dalam pertimbangan pemerintah menyusun kebijakan.
 

Prabowo juga menanggapi anggapan yang menyebut dirinya tidak menghormati kalangan ahli.

“Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar,” kata Prabowo, sebagaimana dipantau dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
 

BPGMN Segera Dibentuk
 

Dari pertemuan tersebut, Prabowo menyetujui usulan para ahli untuk membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
 

Badan tersebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove sekaligus mencegah terjadinya karhutla, khususnya di kawasan gambut.
 

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan, BPGMN nantinya akan berada langsung di bawah Presiden dan diisi oleh para ilmuwan serta profesional. Badan tersebut juga akan didukung anggaran untuk memperkuat pencegahan karhutla.
 

BPGMN akan memperkuat sejumlah aspek penting, mulai dari pencegahan, riset, pemetaan, hingga sistem deteksi dini dan pemantauan titik panas.
 

Perkuat Penanganan Karhutla
 

Selain pendekatan berbasis riset dan teknologi, pemerintah juga akan memperkuat penanganan karhutla di lapangan.

Satuan Tugas (Satgas) Darat akan dioptimalkan agar mampu merespons dan menangani kebakaran secara langsung di lokasi. Pemanfaatan pompa air, termasuk pompa portabel dan pengeboran dangkal, juga menjadi bagian dari langkah penanganan.
 

Penguatan respons awal juga melibatkan perangkat desa dan masyarakat sekitar melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
 

Masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan gambut memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan serta memberikan respons awal ketika kebakaran terjadi.
 

Gabungkan Sains dan Peran Masyarakat
 

Pertemuan Prabowo dengan para akademisi menunjukkan upaya pemerintah mempertemukan pengetahuan ilmiah, teknologi, dan pengalaman masyarakat di lapangan.
 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden secara langsung mendengarkan pandangan para ahli untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai persoalan gambut.
 

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan gambut dan mangrove diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Upaya pencegahan juga diharapkan semakin kuat sehingga karhutla tidak terus berulang dari tahun ke tahun.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: