Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Pencarian KM Virgo Terkendala, 69 Orang Masih Belum Ditemukan

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 28 September 2026 | 13:54 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO – Banjarmasin – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki tahap penyelaman bangkai kapal di Laut Jawa. Namun, upaya menjangkau seluruh bagian kapal belum dapat dilakukan karena kondisi bangkai yang terus berubah, jarak pandang terbatas, hingga dugaan keluarnya BBM dari kendaraan di dalam kapal.
 

Tim SAR gabungan kini masih memburu 69 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifest kapal.
 

Berangkat dari Surabaya, Hilang Kontak
 

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026).
 

Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
 

Sejak laporan tersebut diterima, operasi SAR gabungan dilakukan untuk mencari kapal dan seluruh penumpang serta awak yang berada di dalamnya.
 

Korban Mulai Ditemukan
 

Dalam proses pencarian hingga Minggu (27/9/2026), tim SAR telah menemukan 174 orang dari total 243 orang dalam manifest.
 

Sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 66 orang ditemukan meninggal dunia.
 

Dengan demikian, masih terdapat 69 orang yang belum ditemukan. Status mereka masih dalam pencarian dan belum dapat disimpulkan sebagai korban meninggal dunia.
 

Penyelaman Masuk ke Bangkai Kapal
 

Setelah bangkai kapal menjadi bagian dari titik pencarian, tim SAR melakukan operasi penyelaman untuk menjangkau bagian dalam kapal.
 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan upaya tersebut tidak mudah karena kondisi bangkai kapal masih berisiko bagi penyelam.
 

Kemiringan Kapal Terus Berubah
 

Salah satu kendala utama adalah perubahan trim atau derajat kemiringan bangkai kapal.
 

“Kapal ini terus berubah kemiringannya dan ini berpotensi risiko tinggi bagi penyelam apabila sewaktu-waktu stabilitasnya itu tiba-tiba berubah total,” kata Sudayana dalam keterangannya, dikutip Senin (28/9/2026).
 

Kondisi tersebut membuat penyelam harus meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan masuk ke bagian kapal yang dinilai membahayakan.
 

Lumpur Ganggu Jarak Pandang
 

Masalah lain muncul ketika penyelam memasuki bagian dalam kapal. Sedimen dan lumpur yang mulai masuk membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
 

Kondisi tersebut semakin berisiko karena terdapat benda-benda tajam di dalam kapal yang dapat melukai penyelam ketika visibilitas rendah.
 

BBM Jadi Risiko Tambahan
 

Tim juga menemukan risiko dari kendaraan yang berada di dalam kapal. Sudayana mengatakan terdapat kendaraan yang diduga mulai mengeluarkan BBM.
 

“BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar. Inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam,” ujarnya.
 

Karena itu, sejumlah area yang diduga telah terpapar bahan tersebut tidak dipaksakan untuk dimasuki.
 

Kedalaman Batasi Waktu Selam
 

Pada kedalaman sekitar 27 meter, penyelam juga menghadapi persoalan gas density yang memengaruhi durasi mereka berada di bawah air.
 

Menurut Sudayana, kondisi tersebut membuat waktu penyelaman harus dibatasi sekitar 20 menit.
 

“Misalnya menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu dia bisa 20 menit,” katanya.
 

69 Orang Masih Dicari
 

Berbagai kendala tersebut menyebabkan penyelam belum dapat menjangkau seluruh kompartemen KM Virgo Transport 8.
 

Karena itu, operasi SAR masih berlanjut dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal dan keselamatan personel.
 

Hingga data terakhir, 69 orang masih belum ditemukan. Mereka masih berstatus dalam pencarian Tim SAR gabungan, sementara proses penyelaman terus dilakukan secara terbatas sesuai kondisi keselamatan di lokasi.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: