Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Nepal Waspada Banjir Susulan, Tim Evakuasi Diminta Berhati-hati

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:57 WIB
Nepal waspada banjir susulan, tim evakuasi diminta berhati-hati - Ilustrasi RMN -
Nepal waspada banjir susulan, tim evakuasi diminta berhati-hati - Ilustrasi RMN -

RAJAMEDIA.CO — Kathmandu — Pemerintah Nepal meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air banjir di sejumlah sungai utama saat operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana bandang lumpur dan es memasuki hari kelima, Minggu.
 

Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) meminta seluruh tim penyelamat berhati-hati menyusul laporan peningkatan aliran banjir di Sungai Bhotekoshi, Rasuwa.
 

Debit Sungai Bhotekoshi Meningkat
 

NDRRMA mengeluarkan peringatan resmi agar personel yang terlibat dalam pencarian, penyelamatan, dan bantuan meningkatkan kewaspadaan.
 

Peringatan juga ditujukan kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun masyarakat di wilayah terdampak, termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Chitwan.
 

Kenaikan debit sungai dikhawatirkan kembali membahayakan proses evakuasi dan pencarian korban yang masih berlangsung.
 

Runtuhnya Gletser Picu Bencana
 

Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bencana di wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser.
 

Material es dan debris kemudian memicu gelombang air bertekanan tinggi yang bergerak menuju wilayah hilir.
 

Bencana diperparah hujan deras yang terus mengguyur kawasan terdampak sejak hari pertama.
 

Korban Hilang Mendekati 3.000 Orang
 

Data resmi pemerintah Nepal dan Tiongkok mencatat jumlah korban hilang mendekati 3.000 orang.
 

Sementara itu, sebanyak 691 jenazah dilaporkan telah berhasil dievakuasi dari timbunan material bencana.
 

Proses pencarian masih menghadapi berbagai kendala akibat kondisi medan dan cuaca yang tidak bersahabat.
 

Hujan Deras Hambat Pencarian
 

Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal mengeluarkan peringatan cuaca kuning hingga Senin.
 

Curah hujan tinggi diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir susulan sekaligus menyulitkan tim penyelamat menjangkau lokasi yang diduga masih terdapat korban.
 

Ratusan Warga Asing Masih Hilang
 

Sementara itu, media penyiaran negara Tiongkok, CCTV, melaporkan 546 orang hilang di wilayah Tibet.
 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 261 orang merupakan warga negara asing dari 23 negara.
 

Pemerintah Tiongkok telah menyampaikan informasi tersebut kepada kedutaan besar dan konsulat negara-negara terkait.
 

Warga dari 23 Negara Terdampak
 

Data CCTV mencatat warga asing yang hilang antara lain berasal dari Nepal, India, Latvia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Malaysia, Jerman, Rusia, dan Selandia Baru.
 

Sejumlah warga dari Inggris, Irlandia, Estonia, Prancis, Belanda, Finlandia, Lituania, Portugal, Ukraina, Spanyol, dan Hungaria juga masuk dalam daftar.
 

Khusus warga Inggris, terdapat perbedaan data antara laporan Nepal dan Tiongkok sehingga belum dapat dipastikan apakah seluruhnya merupakan orang yang sama.
 

Operasi Penyelamatan Terus Berlanjut
 

Data korban hilang tersebut dihimpun melalui investigasi bersama yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari lembaga penanggulangan darurat, kementerian luar negeri, urusan kebudayaan dan pariwisata, hingga kepolisian.
 

Pemerintah Nepal meminta seluruh personel penyelamat dan masyarakat tetap waspada terhadap perkembangan debit sungai serta potensi bencana susulan.
 

Di tengah medan yang masih berbahaya dan hujan yang belum mereda, pencarian korban terus dilakukan. Keselamatan tim penyelamat dan warga menjadi prioritas utama.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: