Nepal Waspada Banjir Susulan, Tim Evakuasi Diminta Berhati-hati
RAJAMEDIA.CO — Kathmandu — Pemerintah Nepal meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air banjir di sejumlah sungai utama saat operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana bandang lumpur dan es memasuki hari kelima, Minggu.
Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) meminta seluruh tim penyelamat berhati-hati menyusul laporan peningkatan aliran banjir di Sungai Bhotekoshi, Rasuwa.
Debit Sungai Bhotekoshi Meningkat
NDRRMA mengeluarkan peringatan resmi agar personel yang terlibat dalam pencarian, penyelamatan, dan bantuan meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan juga ditujukan kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun masyarakat di wilayah terdampak, termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Chitwan.
Kenaikan debit sungai dikhawatirkan kembali membahayakan proses evakuasi dan pencarian korban yang masih berlangsung.
Runtuhnya Gletser Picu Bencana
Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), bencana di wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser.
Material es dan debris kemudian memicu gelombang air bertekanan tinggi yang bergerak menuju wilayah hilir.
Bencana diperparah hujan deras yang terus mengguyur kawasan terdampak sejak hari pertama.
Korban Hilang Mendekati 3.000 Orang
Data resmi pemerintah Nepal dan Tiongkok mencatat jumlah korban hilang mendekati 3.000 orang.
Sementara itu, sebanyak 691 jenazah dilaporkan telah berhasil dievakuasi dari timbunan material bencana.
Proses pencarian masih menghadapi berbagai kendala akibat kondisi medan dan cuaca yang tidak bersahabat.
Hujan Deras Hambat Pencarian
Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal mengeluarkan peringatan cuaca kuning hingga Senin.
Curah hujan tinggi diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir susulan sekaligus menyulitkan tim penyelamat menjangkau lokasi yang diduga masih terdapat korban.
Ratusan Warga Asing Masih Hilang
Sementara itu, media penyiaran negara Tiongkok, CCTV, melaporkan 546 orang hilang di wilayah Tibet.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 261 orang merupakan warga negara asing dari 23 negara.
Pemerintah Tiongkok telah menyampaikan informasi tersebut kepada kedutaan besar dan konsulat negara-negara terkait.
Warga dari 23 Negara Terdampak
Data CCTV mencatat warga asing yang hilang antara lain berasal dari Nepal, India, Latvia, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Malaysia, Jerman, Rusia, dan Selandia Baru.
Sejumlah warga dari Inggris, Irlandia, Estonia, Prancis, Belanda, Finlandia, Lituania, Portugal, Ukraina, Spanyol, dan Hungaria juga masuk dalam daftar.
Khusus warga Inggris, terdapat perbedaan data antara laporan Nepal dan Tiongkok sehingga belum dapat dipastikan apakah seluruhnya merupakan orang yang sama.
Operasi Penyelamatan Terus Berlanjut
Data korban hilang tersebut dihimpun melalui investigasi bersama yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari lembaga penanggulangan darurat, kementerian luar negeri, urusan kebudayaan dan pariwisata, hingga kepolisian.
Pemerintah Nepal meminta seluruh personel penyelamat dan masyarakat tetap waspada terhadap perkembangan debit sungai serta potensi bencana susulan.
Di tengah medan yang masih berbahaya dan hujan yang belum mereda, pencarian korban terus dilakukan. Keselamatan tim penyelamat dan warga menjadi prioritas utama.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pendidikan 1 minggu yang lalu
Pendidikan | 1 minggu yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
Ekbis | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Politik | 1 hari yang lalu
Parlemen | 1 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu





